Jabar Genjot Pengembangan Wisata Alam Berwawasan Lingkungan

- 13 Desember 2019, 23:35 WIB

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota sangat gencar menggaungkan sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian Jabar. Di masing-masing, 27 kabupaten/kota, Jabar memiliki beragam destinasi wisata dengan konsep yang berbeda-beda.

Bagi yang paham bahasa Sunda, mendengar istilah "leuweung geledegan" langsung terbayang sebuah hutan yang sangat rimbun, gelap, misterius, agak menyeramkan, dan sedikit berbau mistis.

Ya, wajar karena maknanya pun adalah hutan belantara. Namun, leuweung gegeledegan yang satu ini berbeda. Bayangan sebuah hutan yang gelap dan menyeramkan, sirna sudah.

Yang didapat ialah atmosfer hutan yang hijau, udara bersih dan segar yang membuat senang paru-paru, serta pemandangan yang memanjakan mata.

Adalah Leuweung Gegeledegan Ecolodge, sebuah hotel berkonsep bumi perkemahan atau yang biasa disebut glamping (glamour camping) berlokasi di Bogor. Resor tematik ini sengaja mengambil nama dari Bahasa Sunda.

Selain letaknya di Jabar, pengelola memang punya tujuan untuk mengenalkan budaya lokal Sunda kepada para pengunjung mulai dari makanan tradisional, permainan tradisional, dan seni tradisional.

"Tapi, kami juga tetap menyediakan makanan nasional dan internasional," ujar Presiden Director PT Bogor Wahana Kreasi, Rizal Ginanjar Cahya Ningrat dalam keterangan resmi, Jumat (13/12/2019).

Terdapat 82 lodge yang tersedia dengan dilengkapi 2 restoran berkapasitas 50 dan 100 orang. Lodge-nya unik, tampak seperti tenda, namun memiliki fasitas hotel.

"Pengunjung bisa tetap merasa dekat dengan alam. Menikmati segarnya udara pagi dan hembusan angin sejuk. Makin lengkap dengan pemandangan Gunung Salak di depan mata. Jadi, jangan kaget apabila di malam hari menjelang tidur, terdengar suara jangkrik, kodok, dan binatang malam lainnya. Sebuah suasana yang sangat langka didapatkan di perkotaan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X