Kawah Rengganis, Surga Tersembunyi di Bandung Selatan

- 14 Desember 2019, 10:48 WIB

KENDATI akses jalan menjadi salah satu kendala untuk menyambangi berbagai objek wisata yang ada di kawasan Bandung Selatan, namun jangan pernah menyangsikan betapa potensial dan menggodanya destinasi yang ada di wilayah Kabupaten Bandung tersebut. Sebab selain indah dan menawan, objek wisata yang memang masih kalah pamor dibandingkan di wilayah Bandung Utara ini, sebenarnya memiliki kelengkapan yang amat sulit ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Apalagi keberadaan objek wisata tersebut hanya berada dalam satu tarikan garis lurus, yaitu berada di bentangan antara wilayah Ciwidey hingga Rancabali dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh dan dapat dicapai atau dituntaskan selama satu hari. Itulah keistimewaan dari objek wisata yang berada di kawasan Bandung Selatan ini. Memang harus diakui, infrastruktur termasuk akses jalan menuju objek wisata selama ini selalu menjadi kendala yang belum terpecahkan.

Untuk membangkitkan perekonomian sekaligus memacu pertumbuhan destinasi ke Bandung Selatan, memang kini sudah ada akses jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Dengan adanya akses jalan tol ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi solusi mengangkat potensi pariwisata yang ada di kawasan tersebut.

Salah satu objek wisata potensial yang berada di kawasan wisata Bandung Selatan ini adalah Kawah Rengganis. Seperti diketahui wilayah ini memiliki setidaknya 8 potensi wisata, yaitu penangkaran rusa dan bumi perkemahan Ranca Upas, pemandian air panas Cimanggu, Kawah Putih, wisata petik stroberi, pemandian air panas Walini, Situ Patengang, wisata perkebunan teh Rancabali, dan terakhir Kawah Rengganis.

Kawah Rengganis termasuk salah satu agrowisata yang ada di wilayah Bandung Selatan, tepatnya berada di Jl. Raya Ciwidey – Naringgul, Desa Cibuni, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kawah Rengganis memang belum terlalu dikenal luas oleh wisatawan, karena letaknya yang tersembunyi di dalam perumahan masyarakat lokal. Bila Anda dari Kawah Putih dan dalam perjalanan menuju Situ Patengang, akan melihat papan nama pintu masuk menuju Kawah Rengganis di sebelah kiri. Dari pintu masuk , wisatawan masih harus berjalan kaki kurang lebih sejauh 1 kilometer.

Bersentuhan langsung

Kawah Rengganis yang sebelumnya dikenal dengan nama Kawah Cibuni ini menampilkan sajian alam yang indah dan alami dengan nuansanya yang panoramik. Kawah yang saat ini dikelola PTPN VIII ini memiliki suguhan pemandangan perkebunan teh yang indah dan hutan-hutan asri di sekelilingnya. Kondisi alamnya yang dipenuhi hamparan hijau kebun teh, tentunya menambah kesegaran alam dengan udara yang segar. 

Dari gerbang masuk yang berada di Jalan Raya Ciwidey – Naringgul, tersedia jasa ojek untuk menuju ke lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer. Namun jika akan menempuh dengan berjalan kaki, mesti siap-siap sedikit tenaga dan perlengkapan alas kaki yang sesuai dengan medan jalan yang cukup terjal dan licin jika basah. Tapi yang jelas semua itu akan terbayar dengan kepuasan saat tiba di kawasan Kawah Rengganis yang begitu mempesona.

Kalau biasanya di kawah-kawah lain wisatawan tidak boleh terlalu dekat, di Kawah Rengganis malah sebaliknya, pengunjung boleh “bersentuhan” langsung dengan kawah. Bahkan wisatawan bisa berendam air panas, dan luluran dengan lumpur. Konon air pemandian diyakini dapat mengobati berbagai penyakit luar. Begitu pun dengan lumpur belerang yang dapat dijadikan lulur mandi, dan diyakini mampu mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan kulit.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X