Tatkala Nabi Adam Lupa Menghibahkan Umurnya

- 13 Januari 2020, 06:28 WIB

SETELAH Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam, Dia lantas “mengusap” punggungnya. Maka berjatuhanlah darinya seluruh jiwa yang akan diciptakan Allah dari keturunannya. Selanjutnya, Allah menyodorkan jiwa-jiwa itu kepada Adam. Ia pun menanyakan siapakah mereka sebenarnya? Dijawab oleh Allah, mereka ialah keturunan Adam. Namun Adam terpesona pada kilauan cahaya pada salah sau jiwa itu.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Hurairah yang artinya: Begitu melihat seseorang dari mereka, Adam kagum akan kilauan cahaya yang ada di antara kedua matanya. Ia lantas bertanya, “Wahai Tuhan, siapakah dia?” Allah menjawab, “Ini seorang umat akhir zaman dari keturunanmu. Namanya Dawud.”

Adam kembali bertanya, “Wahai Tuhan, berapa engkau jadikan umurnya?” Allah menjawab, “Enam puluh tahun.” Adam lantas memohon, “Tambahkanlah padanya 40 tahun lagi dari umurku.”

Sewaktu umur Adam habis, malaikat maut datang padanya. Namun, Adam protes, “Apakah tidak ada yang tersisa 40 tahun lagi dari umurku?” Dijawab oleh malaikat maut, “Bukankah sudah engkau berikan dulu kepada keturunanmu?” Namun, Adam mengingkarinya.

Tak heran jika keturunan Adam seperti sekarang turut ingkar seperti kakek moyang mereka. Adam lupa akan hal itu, maka keturunannya pun lupa. Adam pernah bersalah, maka keturunannya pun turut bersalah. (HR. Al-Tirmidzi).

Rupanya Nabi Adam ‘alaihissalam selalu menyadari dan menghitung tahun-tahun umur yang dilewatinya. Meski sudah diingatkan bahwa sebagian usianya sudah dihibahkan kepada Dawud ‘alaihissalam, namun Adam tetap ingkar atau menolak. Pengingkaran itu tak lain karena lupa.

Sifat itulah yang kemudian diwariskan Nabi Adam kepada anak-cucunya. Mereka ingkar dan lupa sebagaimana kakek moyangnya. Maka dari itu, Allah memerintah para malaikat untuk mencatat hujjah dan kesaksian Adam guna menghadapi penolakan orang-orang yang ingkar dan lupa.

Sebagaimana ditulis M. Tatam Wijaya dalam www.islam.nu.id (30/11/2019), beberapa pelajaran yang dapat disarikan dari kisah hadits di atas ialah: Sejak Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, kemampuannya sudah sempurna. Ia memiliki akal pikiran, rasa kagum, penilaian, dan pemahaman sempurna, sehingga bisa merespons apa yang ditetapkan Allah.

Umur manusia sudah ditetapkan sejak Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan. Umur Nabi Adam ‘alaihissalam adalah 1000 tahun. Umur cucunya Dawud ‘alaihissalam ialah 60 tahun, namun ditambah 40 tahun menjadi 100 tahun.

Halaman:

Editor: Rosyad Abdullah


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X