'Topeng Dalang' dan 'Oksigen Gili Iyang' Kebanggaan Kabupaten Sumenep

- 12 Maret 2020, 18:29 WIB
/istimewa

Apa yang terlukis di pikiran kita ketika orang menyebut topeng? Maka yang terlintas adalah benda atau obyek karya seni kriya; seni rupa pahat.

Material ini pula yang kemudian kerap digunakan sebagai penutup wajah; membentuk karakter bagi penari, aktor dan aktris, hingga menjadi salah satu bentuk karya seni tinggi. Topeng menjadi media ungkap menyampaikan perasaan, maksud, dan gagasan.

Topeng adalah medium ekspresi, menjadi salah satu cara menyampaikan pesan sosial. Bentuk komunikasi nonverbal. Tidak hanya dari sisi keindahan estetis yang dimiliki, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng.

Kesenian topeng ini pula yang ditampilkan duta seni Kabupaten Sumenep, dalam pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur 2020, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (08/03/2020).

Mengetengahkan cerita ’Keris Pulanggeni’ grup kesenian daerah ini tampil menarik. “Topeng dalang ini adalah kesenian tradisionil yang menjadi kebanggaan kami. Bahkan dapat dikatakan kesenian topeng dalang ini hanya ada di Sumenep dan di Malang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Semenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si, usai menyaksikan pertunjukan.

Kesenian topeng di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah. Sebagai karya seni, topeng terus berkembang secara aplikatif. Bahkan sejumlah daerah di Indonesia, identik memiliki kesenian topeng. Salah satunya adalah kesenian topeng dari Kabupaten Sumenep, yang dikenal dengan ‘Topeng Dalang’.

Kekuatan seni topeng ada pada sang Dalang. Walau elemen lain juga tak kalah menarik dan sama pentingnya. Seni topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh.

Keindahan penampilan pada pemeranan (aktor dan aktris), musik, lagu dan tari, unsur kerajinan (topeng), serta elemen artistik lainnya, grup kesenian ini berhasil mengakselerasikan pertunjukan secara elok. Mereka berhasil menghidupkan karakter maupun peran masing-masing.

“Kesenian tradisonil ini merupakan hasil cipta, rasa, karsa generasi pendahulu kita; nenek moyang kita. Wajib hukumnya untuk dilestarikan. Dan bahkan topeng dalang sudah dipatenkan menjadi milik masyarakat Sumenep,” ungkap Bambang.

Halaman:

Editor: boedi azwar


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X