Diklaim Jadi Vaksin, Plasma Darah Pasien Corona yang Sembuh Dijual di Pasar Gelap

- 30 April 2020, 22:20 WIB
ilustrasi

DARAH yang diduga berasal dari pasien yang sembuh dari virus corona untuk dijual di pasar gelap online. Plasma dari darah ini disebut-sebut sebagai "vaksin pasif".

Penjualan Terapi Covid-19 di Internet Produk terkait corona dijual di pasar gelap ada yang mencapai Rp 250 juta Peneliti ANU menemukan ratusan produk yang dijual satu hari saja APD, obat anti malaria dan vaksin yang belum jelas manfaatnya termasuk yang dijual

Peneliti dari Australia National Univesity (ANU) di Canberra menemukan hal tersebut di internet, ketika mereka melakukan penelitian bagaimana kelompok kriminal berusaha memanfaatkan keadaan sekarang untuk mencari keuntungan.

Institut Kriminologi Australia, bagian dari ANU, mengeluarkan laporan resmi mengenai hal tersebut hari Kamis (30/4/2020).

"Kata yang digunakan adalah vaksin pasif, di mana plasma darah dari pasien yang sembuh dari Covid-19 diambil untuk menjadi antibodi, kemudian disuntikkan kepada seseorang yang mungkin berisiko terkena Covid-19," kata peneliti ANU, Rod Broadhurst kepada ABC.

Penjualan plasma sebagai vaksin pasif merupakan satu dari ratusan produk terkait dengan virus corona yang ditemukan tim peneliti di internet dalam satu hari saja di awal April.

Barang-barang untuk keperluan medis, seperti alat perlindungan diri (APD) yang kemungkinan dicuri dari pabrik, adalah barang yang paling banyak ditawarkan

Obat-obat yang disebut bisa menyembuhkan corona, termasuk anti malaria yang memang sudah lama tersedia secara resmi di pasaran, yang sekarang disebut-sebut bisa juga untuk menyembuhkan mereka yang terkena Covid-19.

Salah satu obat yang ditawarkan harganya sekitar 25 ribu dolar Australia (sekitar Rp 250 juta).

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X