Museum Sri Baduga Terus Berbenah Tak Terhalang PSBB yang Diperpanjang

- 29 Mei 2020, 14:57 WIB

SEKALIPUN Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabar, Museum Sri Baduga terus berbenah. Hal itu dilakukan jika sewaktu-waktu ada perubahan dan museum siap dibuka kembali.

"Upaya recovery koleksi dan penataan terus dilakukan, termasuk pembersihan ruang pamer maupun gudang koleksi minimal seminggu dua minggu sekali," ungkap Kepala UPT Pengelolaan Kebudayaan Jawa Barat, Erick Henriana melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum, Eddy Sunarto, Jumat (29/5/2020).

Salah satu yang dilakukan saat ini, lanjut Eddy, adalah meregiatrasi ulang dan pencatatan ulang koleksi yang sudah mencapai 16 ribu koleksi. Pasalnya, kata Eddy, ribuan koleksi museum Sri Baduga ini sebelumnya belum ada logo dan nama museum di keterangan (narasi) kolekai.

"Namun setelah dilakukan registrasi dan pencatatan ulang, ribuan koleksi museum ini sudah memiliki logo dan nama museum atau menggunakan kartu registrasi pencatatan dan katalog yang berstandar internasional yang dicetak pada kertas yang tidak mudah pudar," paparnya.

Menurut Eddy, registrasi dan pencacatan ulang berstandar internasional ini mutlak dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada pengunjung (masyarakat) yang ibgin mempelajari atau meneliti koleksi museum. Terlebih dimasa pandemi Covid-19, museum ditutup lebih dari dua bulan, sehingga dipediksi satu dekade generasi muda kehilangan informasi soal cagar budaya, budaya bangsa Indonesia.

"Ini akan menjadi berbahaya apabila pada masa mendatang museum kembali dibuka, namun informasi soal cagar budaya tidak disajikan secara lengkap. Dengan demikian recovery sosial budaya tidak berjalan sesuai harapan," katanya.

Eddy pun berharap pemerintah tidak hanya merecovery sosial ekonomi masyarakat saja, tapi lakukan pula recovery sosial budayanya juga.

"Bisa dibayangkan selama pandemi Covid-19, semua museum ditutup dan selama itu pila generasi muda tidak menyaksikan dan berinteraksi secara langsung dengam benda cagar budaya di museum. Ini berdampak pada pembangunan karakter bangsa generasi muda terputus," tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Eddy, recovery melalui kegiatan regiatrasi dan pencatatan ulang berstandar internasional ini untuk menjaga dan menumbuhkembangkan karakter bangsa.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X