Data Calon Penerima Bantuan Kemdikbud bagi Pekerja Seni Dikhawatirkan Tidak Valid

- 30 Mei 2020, 07:04 WIB

PENDAFTARAN bagi pekerja seni terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19, data calon penerima bantuan dikhawatirkan tidak valid. Banyak sanggar seni alami mati suri dan dikhawatirkan satu generasi pelaku seni akan hilang.

Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang akan mengeluarkan skema bantuan jaring pengaman bagi pekerja seni yang terdampak ekonomi karena pandemi Covid-19 masih mengundang pro kontra.

“Bagi pelaku seni yang melek iptek mendaftarkan diri via media daring (bit.ly/borangpsps), mungkin tidak ada masalah, tapi bagi para pelaku seni tradisi ataupun seniman di daerah akan jadi kendala,” ujar pemerhati seni budaya tradisi Mas Nana Munajar, Jumat (29/5/2020) kemarin.

Padahal menurut Mas Nana, yang juga Ketua Kalang Budaya Bandung Barat, yang lebih merasakan dampak dari penghentian kegiatan dalam pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB), lebih banyak dirasakan seniman tradisional yang benar-benar menggantungkan hidup dari manggung.

“Sangat berbeda dengan seniman kontemporer yang memiliki penghasilan dari kegiatan lain, karenanya saya meragukan data 40.081 pelaku seni yang sudah terdaftar di Kemendikbud, apakah benar benar pelaku seni atau pendukung seniman,” ujar Mas Nana.

Selain menyoroti pendataan dan rencana bantuan Kemendikbud bagi pelaku seni budaya terdampak Covid 19, pihaknya juga  mempertanyakan tindaklanjut dialog Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan sejumlah seniman Jawa Barat melalui telekompren.

“Saat Lawung Vicon, beliau mengatakan akan melakukan pendataan dan membantu satu seniman Rp 1 juta, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan segera terealisasi,” tambah Mas Nana.

Hal senada diungkapkan Hermana MT, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, yang menyarankan agar pemerintah menaruh perhatian kepada sanggar seni tradisional.

“Kebanyakan sanggar seni tradisional dikelola secara swadana, saya khawatir bila pemerintah tidak memberikan bantuan berupa subsidi untuk menjaga kelangsungan pendapatan sanggar selama pandemi Covid-19, akan hilang generasi penerus seni tradisional, karena pelakunya beralih profesi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X