Ahli Sebut Samakan New Normal dengan Herd Immunity Sebagai Upaya Bunuh Diri

- 2 Juni 2020, 21:02 WIB
ilustrasi

BANYAK pihak yang meyakini bahwa strategi herd immunity akan digunakan pemerintah Indonesia untuk menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Terlebih saat ini pemerintah berupaya menggiring masyarakat masuk ke dalam tatanan hidup normal baru atau new normal.

Sebagian masyarakat juga kerap menyamakan new normal dengan herd immunity. Padahal tidak demikian. Pasalnya, jika diterapkan, herd immunity memiliki risiko kematian yang sangat tinggi.

Spesialis Kesehatan Masyarakat, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, turut membenarkan jika banyak penyakit yang disebabkan oleh virus dapat menghasilkan kekebalan. Hal itu ia sampaikan melalui tayangan Hidup Sehat di tvOne, Selasa (2/6/2020)

"Jadi kalau kita habis kena infeksi, kita punya 'tentara-tentara' yang sudah dilatih untuk membunuh virus yang baru masuk. Itu artinya kita punya kekebalan," tutur dia.

Namun, untuk mendapatkan kekebalan untuk seluruh masyarakat tanpa vaksinasi, mengingat vaksin untuk virus corona ini belum ditemukan, maka sekitar 80 - 85 persen masyarakat harus terkena infeksi terlebih dahulu. Lalu apa artinya?

"Kalau misalnya 80 persen dari 260 juta (orang Indonesia) bisa 200 juta (orang yang harus terinfeksi). 200 juta kalau 6 persennya mati, no way, gak boleh herd immunity dibiarin. Itu bahaya sekali," ungkap dia, seperti dilansir kembali dari viva.co.id.

Lebih lanjut Hasbullah menegaskan, jika fase normal baru tidak sama dengan herd immunity. Jika menyamakan kedua hal tersebut, menurut Hasbullah itu sama saja seperti bunuh diri.

"Jangan bunuh diri dengan beranggapan 'biarin aja lah virus itu akan kita lawan dengan badan kita'. Kita tidak pernah tahu seberapa kuat," jelasnya.

Menurut Hasbullah, untuk bisa bertahan di era new normal serta aman dari Covid-19, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga diri kita. Di antaranya dengan menjaga imunitas, mengonsumsi makanan sehat, olahraga yang cukup, berhenti merokok, menjalani diet sehat bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi, serta mengurangi risiko-risiko yang dapat membuat tubuh kita rentan terpapar virus.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X