Industri Pariwisata Bali Siap Jalani Tatanan Normal Baru

- 5 Juni 2020, 07:58 WIB

INDUSTRI pariwisata Bali menyatakan diri siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru yang akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman mengatakan, ada 400 operator tur dan agen perjalanan yang tergabung dalam ASITA Bali sudah menyatakan siap menyambut kenormalan baru pariwisata.

"Kami sangat optimistis bahwa kami bisa 'berteman' dengan Covid-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman, meski kita tidak bisa berteman selamanya," kata Febrina Budiman seperti dikutip antara, Jumat (5/6/2020).

Optimisme pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali itu bukan tanpa alasan. Dimulai dari situasi yang sangat berat akibat Covid-19 ketika pemerintah menutup akses pintu masuk internasional, khususnya dari Cina pada Februari 2020.

Memasuki Maret 2020 pemerintah kemudian memutuskan untuk menutup semua penerbangan internasional yang berarti wisatawan dari berbagai pasar potensial juga terhenti.

Namun keberhasilan pemerintah daerah bersama komunitas lokal dalam mengendalikan Covid-19 membuat industri optimistis menatap fase baru pariwisata Bali.

Tercatat hingga Kamis (4/6/2020) jumlah kasus positif di Bali mencapai 510 orang dengan 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Semakin cepat penanganan Covid-19, semakin cepat pula ekonomi akan bangkit.

"Kami sangat bersyukur dengan kondisi ini dan berterima kasih dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal," kata dia.

ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan dan memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X