Ingin Istighfar menjadi Pendorong Terkabulnya Doa? Sebagai Seorang Hamba, Perhatikan Dulu Faktor-Faktornya

- 26 Januari 2023, 09:41 WIB
 Salah satu waktu yang mustajab untuk istighfar yaitu sepertiga malam .
Salah satu waktu yang mustajab untuk istighfar yaitu sepertiga malam . /pexels @Ali Arapoglu/
GALAMEDIANEWS -  Istighfar  merupakan salah satu dari penyebab dari hadirnya pengampunan dari Allah.
Terdapat redaksi agar berpeluang untuk membuahkan hasil yang maksimal.
Mengutip dari Buku Fikih Istighfar karya penulis Syaikh Ismail Al-Muqaddam berikut faktor-faktornya. 
 
 
1. Redaksi Istighfar
Hal yang harus dilakukan ssebagai seorang hamba yaitu menyanjung sang pencipta yaitu Allah. Kemudian, menyadari diri tidak luput dari gelimangan dosa di hadapan-Nya. Tidak lupa yang terpenting memohon pengampunan Allah. Sebagaimana dalam redaksi Sayyd Al-Istighfar (Istighfar terbaik).
Nabi Muhammad SAW bersabda, 
“Jika ia mengucapkan di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelumm masuk waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga.
 
2. Kondisi orang yang beristighfar
Seorang hamba dapat melakukan wudhu secara sempurna kemudian melakukan shalat sebanyak dua rakaat. Setelahnya, ia memohonkan ampun atas semua dosa-dosanya.
Sebagaimana riwayat At Tirmidzi dengan sanadnya dari Abu bakar Radiyallahu Anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda,
“Tidaklah seorang laki-laki melakukan perbuatan dosa kemudian ia berdiri bersuci dan shalat, lalu ia meminta ampun kepada Allah kecuali Allah pasti akan mengampuninya.”
 
3.Waktu  untuk Istighfar
Pada dasarnya, istighfar dapat dilakukan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, asalkan masih berada dalam kondisi tempat yang suci. Namun, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal istighfar dapat dilakukan pada saat-saat mustajab yaitu sepertiga malam terakhir. Berlandaskan dari Al Bukhari yang  meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah bersabda, 
 
Rab Tabbaraka wa Ta’ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman : “Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku penuhi dan siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku penuhi dan siapa yang memohonn ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni. 
 
4. Amalan hati 
 Ibnul Qayyim berpendapat bahwa rahasia dikabulkannya do’a yaitu do’a orang yang teraniaya,do’a musafir dan doa orang yang berpuasa, karena kehancuran hati mereka. Penyebabnya adalah musafir mengalami keterasingan, sedangkan orang yang teraniaya mengalami kesedihan hati serta orang yang berpuasa mencoba menundukkan hawa nafsu hewani. Ketika itu pula seseorang mulai paham bahwasanya hati yang hancur karena dosa berpeluang untuk datangnya pengabulan doa.
 
Berdasarkan, riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah bersabda, “Hati adalah sebuah bejana, dan sebagiannya lebih mampu memuat daripada yang lain. Wahai manusia, jika kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabulkan karena seseungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan doa seorang hamba yang dipanjatkan dari hati yang lalai. ***
 
 

Editor: Nalarya Nugraha

Sumber: Buku Fikih Istighfar Syaikh Ismail Al-Muqaddam


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x