Kanker Berusia 76 Juta Tahun Ditemukan pada Dinosaurus

- 4 Agustus 2020, 08:49 WIB
Ilustrasi Triceratops (kiri), Torosaurus (tengah) dan Centrosaurus (kanan). (Gambar: Science Source) /

GALAMEDIA - Saat para ilmuwan pertama kali menggali fosil dinosaurus bertanduk, Centrosaurus di tanah tandus di provinsi Alberta Kanada pada tahun 1989, mereka melihat tulang kaki yang cacat parah. Sebelumnya peneliti menduga itu merupakan patah tulang yang sembuh.

Dari hasil pemeriksaan terbaru, para peneliti mengungkapkan pada Senin, 3 Agustus 2020, menunjukkan sesuatu yang berbeda. Malformasi adalah manifestasi dari osteosarkoma, kanker tulang yang agresif, membuat Centrosaurus yang hidup 76 juta tahun yang lalu ini, menjadi contoh dinosaurus pertama yang ditemukan menderita kanker ganas.

Dengan panjang Sekitar 20 kaki (enam meter), Centrosaurus adalah dinosaurus Cretaceous Periode pemakan tumbuhan berkaki empat yang memiliki tanduk panjang di atas hidungnya dan ada embel-embel tulang di atas lehernya dengan dua tanduk berkait yang lebih kecil.

Tulang kaki Centrosaurus. (SCMP)
Tulang kaki Centrosaurus. (SCMP)

Centrosaurus fibula, tulang kaki bagian bawah, mengandung "tumor besar yang sangat besar daripada apel," kata ahli paleontologi David Evans dari Royal Ontario Museum di Toronto, salah satu peneliti dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Oncology.

“Centrosaurus khusus ini kemungkinan lemah dan dilumpuhkan oleh kanker sebelum kematiannya. Temuan luar biasa ini menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa besar atau kuat beberapa dinosaurus tampak, mereka dipengaruhi oleh banyak penyakit yang sama yang kita lihat pada manusia dan hewan lain hari ini, termasuk kanker," tambahnya.

"Dinosaurus tampak seperti binatang mitos, tetapi mereka hidup, bernapas dan bisa menderita cedera dan penyakit mengerikan."

Baca Juga: Klaim Sudah Sembuhkan 20 Ribu Pasien Corona, Profesor Hadi Pranoto: Hoaksnya Dimana?

Karena sebagian besar tumor terjadi pada jaringan lunak yang tidak siap menjadi fosil, ada sedikit bukti kanker dalam catatan fosil.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X