Sama Seperti di Indonesia, 8 Negara Miliki Tradisi Unik saat Hari Raya Idul Fitri, Ada yang Gak Dapat Cuti

- 10 April 2024, 20:31 WIB
Ilustrasi Lebaran. 8 negara miliki tradisi unik saat hari raya Idul Fitri.
Ilustrasi Lebaran. 8 negara miliki tradisi unik saat hari raya Idul Fitri. /Pexel @RDNE Stock project /

GALAMEDIANEWS – Setiap negara  memiliki tradisi lebaran yang unik dan berbeda sama seperti di Indonesia. Kalau di Indonesia biasanya akan mengadakan takbir keliling, tapi Pemerintah telah melarang hal ini karena bisa mengganggu kenyamanan.

Tapi, hal yang menjadi tradisi di Indonesia ketika setelah lebaran langsung melakukan silaturahmi dan langsung disambut dengan makan opor. Tapi, bagaimana dengan negara lainnya?.

Idul Fitri menjadi momen paling ditunggu oleh setiap umat Muslim, walaupun ada perasaan sedih karena ditinggalkan Ramadhan.

Baca Juga: Mudik ke Bandung, 7 Rekomendasi Tempat Wisata Dekat Pusat Kota Bandung, Cocok Buat libur Lebaran

Dilansir dari YouTube  Angka & Data Channel pada Rabu, 10 April 2024. Berikut ini tradisi unik setiap negara:

1. Turki.
Hari raya Idul Fitri di Turki sering disebut sebagai Ramazan Bayrami atau festival Ramadhan atau Seker Bayrami atau festival manisan yang mana orang akan mengenakan baju baru yang disebut sebagai bayramlik dan kemudian mereka akan saling mendoakan satu sama lain seperti mengucapkan Bayraminiz Mubarek Olsun (Semoga Idul Fitri anda diberkati), sama seperti di Indonesia. Dan hari raya disini biasanya kepemerintahan, sekolah akan tutup selama 3 hari.

Kemudian, mereka akan mencium tangan kanan orang yang sudah tua dan menempelkannya di dahi dengan mengucapkan “Salam Bayram” untuk semua orang tanpa terkecuali. Sekilas tak tanpa beda dengan Indonesia, tapi yang beda anak – anak atau remaja biasanya akan diberikan coklat permen, manisan baklava dan Turkish delight, dan uang.
 
2. Afrika.
Orang Afrika Utara biasa menyebutnya Idul Fitri Seghir atau Idul Fitri kecil. Biasanya negara seperti Maroko, Mesir, Tunisia, Somalia, Afrika Selatan, Nigeria, dan beberapa negara lainnya akan merayakan Idul Fitri dengan tunaikan shalat bersama di masjid setempat, sebelum berkumpul dengan keluarga besar untuk menikmati hidangan.
 
Baca Juga: 4 Doa Ini Bisa Dibaca Saat Mudik Lebaran, Insha Allah Selamat Sampai Tujuan Tak Terjadi Kecelakaan

Kalau di Maroko, pakaian tradisional biasanya dikenakan oleh 2 gender sekaligus pria dan wanita, dengan adanya pancake Maroko yang menggugah selera sebagai makanan pokok, dihidangkan dengan teh mint yang terasa sensasi segarnya. Sedangkan, Somalia memiliki hidangan berupa Halvo.

Umat Muslim di Mombasa biasanya menandai sepuluh hari terakhir Ramadhan yang disebut Kumi la Mwisho dengan adanya festival jalanan dan sosialisasi.  Festival ini biasanya dibuka pada malam hari pada saat puasa terakhir dan menyediakan oleh – oleh untuk bisa dibawa pulang atau diberikan ke orang lain. Yang unik para pendongeng akan berkeliling di beberapa tempat di Mombasa untuk menghibur anak – anak dengan cerita khayalan.

3. Senegal.
Kalau tadi membahas mengenai Afrika Utara, sekarang mari membicarakan mengenai Afrika Barat yang ternyata memiliki tradisi dengan mengenakan baju baru disebut boubou (jubah panjang berlengan lebar) dan wanitanya akan mengenakan gamis untuk hari raya Idul Fitri atau Korite. Biasanya orang lebih tua akan memberikan hadiah kepada anak – anak berupa uang tunai atau kue manis disebut Kunu.
 
 
Setelah tunaikan shalat ied, agendanya warga disana akan mengadakan barbeque dengan memanggang daging dan mengadakan pesta besar di sore hari. Ketika matahari terbenam, anak – anak dan orang dewasa akan berjalan – jalan untuk menyapa warga sekitar dengan memamerkan baju baru.

4. Arab Saudi.
Arab Saudi memiliki tradisi yang dinamakan Al – Hawwamah (berkeliaran). Tradisi ini sangat populer di wilayah Riyadh,yang mana anak – anak biasanya mengenakan pakaian baru dengan berjalan – jalan dengan menyanyikan lagu tradisional, anak – anak akan mendapatkan makanan manis seperti biskuit dan permen dari warga sekitar.

Anak laki – laki disana akan mengenakan thobe tradisional, sedangkan anak perempuan akan mengenakan jilbab berwarna hitam dengan hiasan emas.

Selama masa berkeliaran ini berlangsung maka akan dinikmati juga dengan tradisional, mendongeng, dan melukis menggunakan henna.

5. Qatar.
Idul Fitri di Qatar diawali dengan shalat ied yang diadakan di masjid setempat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah. Biasanya para laki – laki disana akan shalat di masjid, sedangkan untuk wanita biasanya melaksanakan shalat di rumah. Kemudian mereka akan mengenakan pakaian terbaik, pria biasanya lebih memilih untuk menjahit pakaian sedangkan wanita akan mengenakan gamis dan kaftan. Kemudian, melakukan sarapan, sebelum akhirnya silaturahmi dengan keluarga besar.

Anak – anak disana akan antusias dengan menyapa warga sekitar dengan cara mengetuk rumah dan menyanyikan lagu dan frasa tradisional khas Qatar.

6. Malaysia.
Idul Fitri di Malaysia disebut Hari Raya Aidilfitri, yang dirayakan dengan mudik untuk berkumpul bersama keluarga. Warga juga akan menghiasi rumah dengan lampu minyak yang disebut sebagai pelita, dan memasakan masakan tradisional seperti ketupat rendang, bukankah sama seperti Indonesia.

Perayaan disana sangat open house, sehingga warga demi warga akan saling mendatangi rumah untuk menjaga silaturahmi tanpa membedakan status sosial, karena tak ada yang berbeda, semua sama di mata Allah.

7. Eropa.
Meski kebanyakan disana Kristen, tapi masih ada yang beragama Islam, Muslim di Eropa tentu sangat minoritas yang hanya sekitar 5% dari populasi. Islam merupakan agama terbesar kedua di Eropa setelah Kristen. Umat Muslim di Eropa Timur biasanya berada di Kosovo, Albania, Bosnia dan Herzgovina.

Imam Husein Kavazovic biasanya akan menjadi imam untuk memimpin shalat ied di Bosnia dan Herzegovina yang dilangsungkan di masjid Gazi Husrev-beg yang megah di Sarajevo.  Perayaan akan dilangsungkan di seluruh benua seperti di London yang memiliki  pesta tahunan Idul Fitri di Trafalgar Square.  Sedangkan komunitas di Masjidil Haram di Paris itu memiliki makan siang yang meriah.

Di Islandia, shalat ied akan dilangsungkan di salah satu dari sedikit masjid berlokasi di Reykjavik,ibukota Islandia. Para jemaah juga akan dihidangkan dengan prasmanan tradisional dengan menu menggugah selera termasuk masakan Indonesia juga turut hadir disana, Mesir, Eritrea.

Anak – anak akan antusias dengan mengenakan pakaian terbaik dan saling bertukar hadiah seperti thanksgiving yang saling memberikan kado kepada teman dan keluarga.

8. Amerika Serikat.
Di Amerika Serikat ada sekitar 4.5 juta orang yang memeluk agama Islam. Umat Muslim di AS biasanya akan mengadakan festival dan saling kumpul.

Tapi tidak sebesar perayaan di negara lain karena hanya mendapatkan satu hari saja untuk merayakan Idul Fitri berbeda dengan negara lain karena agama Islam sangat minoritas disana.

Bahkan, parahnya untuk anda yang kerja di As dan ingin mudik ke Indonesia, sepertinya rencana itu akan sulit untuk terealisasi karena disana tidak ada cuti lebaran dan hari libur, tapi semua itu tergantung dengan kebijakan perusahaan masing – masing.

Begitulah 8 tradisi unik yang terjadi di beberapa negara dan telah dilangsungkan setiap tahun.***

Editor: Heriyanto Retno

Sumber: YouTube Angka & Data Chanel


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah