Spanduk Habib Rizieq Dibakar, Massa Front Pembela Bangsa Tolak Kedatangannya di Jawa Barat

- 23 November 2020, 14:14 WIB
Massa dari Front Pembela Bangsa dan Relawan Rakyat Peduli Covid-19 menggelar aksi unjukrasa terkait menolak kedatangan Rizieq Shihab dan pendukungnya ke Kota Bandung dan Jawa Barat, di depan DPRD Provinsi Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin 23 November 2020. Penolakan tersebut karena ditakutkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 serta meminta semua elemen untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Darma Legi/Galamedia)
Massa dari Front Pembela Bangsa dan Relawan Rakyat Peduli Covid-19 menggelar aksi unjukrasa terkait menolak kedatangan Rizieq Shihab dan pendukungnya ke Kota Bandung dan Jawa Barat, di depan DPRD Provinsi Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin 23 November 2020. Penolakan tersebut karena ditakutkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 serta meminta semua elemen untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Darma Legi/Galamedia) /

GALAMEDIA - Puluhan orang yang tergabung dalam Front Pembela Bangsa Peduli Covid-19, membakar spanduk Habib Rizieq Shihab (HRS) di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin 23 November 2020.

Aksi pembakaran spanduk tersebut merupakan bentuk penolakan akan kedatangan Habib Rizieq ke Kota Bandung maupun Jawa Barat. Terlebih dengan banyaknya pernyataan yang dinilai berpotensi memecah belah bangsa.

"Pembakaran spanduk Habib Rizieq Shihab sebagai bentuk penolakan kami akan kedatangannya ke Kota Bandung dan Jawa Barat," ungkap Koordinator Aksi, Anta Anjar kepada wartawan di sela aksi.

Baca Juga: Apresiasi Bagi Sektor Industri Lewat Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020

Menurutnya, pulangnya Habib Rizieq dirasakan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di Indonesia. Sehingga pihaknya meminta agar tidak ada lagi narasi atau pernyataan yang mengganggu kondusifitas di masyarakat, khususnya Jabar.

Massa dari Front Pembela Bangsa dan Relawan Rakyat Peduli Covid-19 menggelar aksi unjukrasa terkait menolak kedatangan Rizieq Shihab dan pendukungnya ke Kota Bandung dan Jawa Barat, di depan DPRD Provinsi Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin 23 November 2020. Penolakan tersebut karena ditakutkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 serta meminta semua elemen untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Darma Legi/Galamedia)
Massa dari Front Pembela Bangsa dan Relawan Rakyat Peduli Covid-19 menggelar aksi unjukrasa terkait menolak kedatangan Rizieq Shihab dan pendukungnya ke Kota Bandung dan Jawa Barat, di depan DPRD Provinsi Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin 23 November 2020. Penolakan tersebut karena ditakutkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 serta meminta semua elemen untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Darma Legi/Galamedia)

"Kami sangat menolak, karena ingin hidup rukun dan cinta damai. Tidak ingin ada perkataan yang memecah belah atau saling melempar bola panas," ujarnya.

Disinggung terkait protokol kesehatan, lanjutnya, kedatangan Habib Rizieq beserta para pendukungnya di Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat, hanya akan menimbulkan kerumunan dan menambah angka warga yang terpapar Covid 19.

Baca Juga: Beredar Video Sindirian, Jenderal (purn) Pramono Edhi Wibowo: Di Kota Berani, Di Hutan Jadi Kucing

"Terbukti saat ini pun Rizieq Shihab akhirnya positif Covid-19," katanya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X