Terungkap, Sebelum Copoti Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya Dudung Abdurachman Bertemu Pimpinan FPI

- 25 November 2020, 20:02 WIB
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sesi foto usai mengikuti wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.* /ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc./

GALAMEDIA - Nama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman sempat menjadi sorotan karena pernyataannya terkait Front Pembela Islam (FPI) dan baliho Habib Rizieq Shihab.

Pekan lalu, Dudung mengakui dirinya yang memerintahkan pencopotan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang terpasang di sejumlah titik di DKI Jakarta. Belakangan, aksi pencopotan meluas ke seantero Tanah Air.

Tak cuma soal baliho, Dudung juga mengusulkan pembubaran FPI. Pernyataan itu ia keluarkan karena berbagai alasan.

Baca Juga: Jokowi Disebut Hebat Usai KPK Tangkap Edhy Prabowo, Said Didu Singgung Harun Masiku: Klean Waras?

"Sekarang kok mereka (FPI) ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri, saya katakan itu perintah saya, dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," tegas Dudung usai mengikuti rapat koordinasi di Jakarta pada Jumat, 20 November lalu.

Jenderal TNI bintang dua ini bahkan mengingatkan FPI dan Habib Rizieq Shihab untuk patuh pada aturan hukum yang berlaku. Ia pun menyinggung soal pembubaran ormas itu jika tak taat pada aturan hukum.

Baca Juga: Lakukan 'Perlawanan', FPI Ajak Masyarakat Serentak Pakai Kaos Habib Rizieq

"Saya peringatkan dan saya tidak segan menindak dengan keras. Jangan coba menganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam, tidak semua, banyak umat Islam yang berkata berucap dan bertingkah laku baik," tegasnya.

Baca Juga: Inilah Merchant Terbaru ShopeePay Beri Inspirasi Makan Selama WFH

Namun, dilansir dari PMJ News, Dudung mengaku tidak pernah memiliki masalah dengan FPI. Ia menyebut dirinya bahkan pernah bertemu dengan pimpinan FPI DKI Jakarta, Muchsin Alatas sebelumnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X