MER-C Ngabek Berat! Kirim Habib Rizieq ke RS untuk Istirahat Malah Direcoki Bima Arya Cs

- 29 November 2020, 14:12 WIB
Tangkapan layar video Habib Rizieq Shihab saat berada di RS Ummi. /@Kabar_FPI/


GALAMEDIA - Wali Kota Bogor Bima Arya dinilai telah melakukan intervensi penanganan medis dan sudah bertindak tanpa etika terkait perlakuannya terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS).

Hal itu diungkapkan Tim medis independen yang menangani pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, MER-C, Minggu 29 November 2020.

"MER-C mengirim beliau untuk beristirahat di RS. Namun mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari wali kota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga mengganggu pasien yang sedang beristirahat," kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad dalam keterangan tertulis.

"Wali kota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat," sebutnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non-kementerian

Sehubungan hal itu, Sarbini menilai Bima perlu mempelajari etika kedokteran, dimana tim medis harus menghargai hak pasien untuk menerima atau menolak upaya pemeriksaan dan pengobatan tanpa intervensi atau tekanan dari publik.

Ia meminta pria yang juga menjabat Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bogor itu mempercayakan penanganan Rizieq kepada rumah sakit dan tim medis yang mengetahui langkah yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

"Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan," tuturnya.

Baca Juga: Stok PMI Kian Menipis, Ikatan Alumni SMAN 3 Tergerak Gelar Donor Darah

Sarbini menambahkan, keluarga HRS merupakan pihak yang berwenang untuk menyampaikan kondisi kesehatan. Bahkan kewenangan itu juga tak dimiliki oleh rumah sakit ataupun dokter.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X