Novel Baswedan Blak-blakan Ingin Mundur dari KPK: Sampai di Masa Saya Enggak Bisa Ngapa-ngapain

- 30 November 2020, 15:12 WIB
Penyidik senior KPK Novel Baswedan turut menjadi Kasatgas dalam penangkapan Menteri Edhy Prabowo. /ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/

GALAMEDIA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku sempat ingin mengundurkan diri dari lembaga antirasuah tersebut.

Hal itu terkait melemahnya kondisi pemberantasan korupsi setelah Undang-undang KPK direvisi.

"Saya memang sejujurnya beberapa waktu yang lalu sudah ingin mundur," kata Novel saat berbincang-bicang dengan Karni Ilyas dalam tayangan video pada akun Youtube Karni Ilyas Club, dikutip Senin 30 November 2020. (Klik di sini untuk menyaksikan videonya).

Penyidik KPK Novel Baswedan ketika berbincang dengan Karni Ilyas.
Penyidik KPK Novel Baswedan ketika berbincang dengan Karni Ilyas. Tangkap layar Youtube Karni Ilyas Club

Namun Novel mengaku mempertimbangkan kembali keinginannya itu. Ia mengatakan, akan mundur dari KPK ketika sudah merasa tak lagi bisa berbuat apapun untuk lembaga anti-korupsi tersebut.

"Kemudian ketika saya timang-timang kembali, saya berpikir saya akan menunggu sampai di masa saya enggak bisa ngapa-ngapain, enggak bisa berbuat, saya akan mundur," ucapnya.

Baca Juga: Ditanya Peluang Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Babe Ridwan Ngambek: Sudah Selesai Dia!

Novel mengaku mulai merasakan pelemahan upaya pemberantasan korupsi usai UU KPK disahkan. Salah satu poin pelemahan yang ia soroti adalah perihal nilai independensi.

Menurut dia, independensi merupakan poin penting untuk bisa bekerja jujur dan profesional serta terhindar dari intervensi pihak lain.

Sementara di UU KPK baru, pegawai antirasuah menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia khawatir perubahan ini akan mengintervensi aparat penegak hukum di KPK saat menyidik kasus.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X