Peringati Hari Disabilitas, LKC Jakarta Lakukan Screening Pendengaran dan Salurkan Alat Bantu Dengar

- 1 Desember 2020, 19:35 WIB
Peringati Hari Disabilitas Internasional,LKC Jakarta Lakukan Screening Pendengaran Dan Salurkan Alat Bantu Dengar. /Lkc Jakarta/Lkc jakarta

GALAMEDIA - Berbagi kebahagian terhadap para penyandang disabilitas terutama penyandang tuli di masa pandemi Covid-19, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Jakarta melakukan screening pendengaran, dan penyaluran alat bantu dengar kepada penyandang tuli kurang mampu.

Kegiatan ini untuk memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember. Selain itu, LKC Jakarta juga melakukan screening kepada masyarakat dhuafa yang membutuhkan pada Selasa 1 Desember 2020.

Baca Juga: Begini Cara Hapus Suntuk Selama di Rumah

 "Kami mengadakan screening atau pemeriksaan pendengaran kepada masyarakat yang membutuhkan, dan menyalurkan alat bantu dengar kepada penyandang tuli kurang mampu. Hal ini dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal tiga Desember ini, Dompet Dhuafa mendukung upaya pemerintah dalam merubah paradigma pendekatan bagi disabilitas yang semula caharity based menjadi human right based." Ucap drg. Martina Tirta Sari selaku Direktur LKC Dompet Dhuafa, Selasa.
 
Penerima manfaat alat bantu pendengaran merupakan siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Frobel Montessori, Jakarta Timur. Mereka diantaranya para penderita penyandang tuli yang kesulitan mendapatkan fasilitas tersebut karena masalah biaya. Mengingat alat bantu pendengaran yang cukup mahal harganya.

Baca Juga: Astagfirullah, Kasus HIV/AIDS di Kota Cimahi Cukup Tinggi Akibat Seks Bebas
 
"Kami dari SLB Frobel Montessori sangat berterimakasih atas bantuan dari LKC Dompet Dhuafa, karena dengan alat bantu ini, anak-anak bisa lebih mudah dalam berkomunikasi dan belajar. Selama ini mereka tetap kesulitan mendapatkan alat pendengaran karena memang mahal," terang Nurhayati, pendamping di SLB Frobel Montessori.
 
Salah satu penerima manfaat, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Dewi Listiyani (39) membawa anaknya Fatimah (8) yang masih duduk di bangku kelas dua. Fatimah adalah seorangpun penyandang tuli. Dewi mengaku anaknya sulit untuk belajar dan mempelajari sesuatu karena keterbatasannya. Hanya ia dan orang-orang terdekat saja yang bisa memahami Fatimah secara sempurna. Dengan adanya alat bantu dengar, Fatimah kini bisa merespon komunikasi dengan lebih baik.

Baca Juga: Diciduk Polisi Karena Bawa Sabu-Sabu dan Tembakau Sintetis, Oknum PNS Ini Bikin Geram Bupati Garut
 
"Alhamdulillah sekali pak ada bantuan seperti ini, anak saya bisa lebih baik lagi untuk diajak berkomunikasi. Sudah dari dulu pengen beli alat bantu pendengaran, hanya saja harganya mahal,". Tukas Dewi.
 
Untuk mendukung penyandang disabilitas Dompet Dhuafa juga meluncurkan beberap program, antara lain program ibu tangguh. Program tersebut dikhususkan bagi ibu tunggal dari kaum dhuafa dan harus menghidupi keluarganya seorang diri.

Baca Juga: 5 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tanjungsari, Satu Tewas Dua Orang Lainnya Alami Luka Berat

Selain itu, ada pula program bagi keluarga disabilitas mandiri, di.mana kepala keluarganya adalah perempuan dan mempunyai anggota keluarga yang disabilitas. Kelompok usaha penyandang disabilitas ini menunjukkan bahwa disabilitas bukan berarti tidak mampu berbuat apa-apa, tapi juga mampu berkarya.
 

 

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X