Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Warga Cianjur: Hanya Menimbulkan Permusuhan dan Memecah Belah Umat

- 2 Desember 2020, 15:41 WIB
Aliansi Masyarakat Cinta NKRI melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Kabupaten Cianjur dan wilayah Jawa Barat, Rabu, 2 Desember 2020. (Foto: dok. Aliansi Masyarakat Cinta NKRI) /

GALAMEDIA - Ratusan warga Cianjur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta NKRI melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Kabupaten Cianjur dan wilayah Jawa Barat.

Dalam aksi yang digelar di depan Tugu Pramuka, Kabupaten Cianjur, Rabu, 2 Desember 2020, massa membawa spanduk dan berorasi menolak kedatangan Habib Rizieq ke Kabupaten Cianjur.

"Kami menolak kedatangan Rizieq Shihab beserta pendukungnya di Kabupaten Cianjur dan Jawa Barat. Karena hanya akan menimbulkan permusuhan, kebencian, provokasi yang memecah belah antar umat," tegas Koordinator Aksi, Jerry.

Baca Juga: Panik dan Takut Mati Terinfeksi Covid-19, Kim Jong Un Rela Disuntik Vaksin Eksperimen dari China

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, sudah jenuh dengan berbagai ujaran kebencian dan provokasi yang dilontarkan oleh Habib Rizieq dalam setiap ceramahnya.

"Karena kami ingin hidup tentram dan damai. Kami sudah muak dengan segala cacian kebencian," ujar dia.

Aliansi Masyarakat Cinta NKRI melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Kabupaten Cianjur dan wilayah Jawa Barat, Rabu, 2 Desember 2020. (Foto: dok. Aliansi Masyarakat Cinta NKRI)
Aliansi Masyarakat Cinta NKRI melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Kabupaten Cianjur dan wilayah Jawa Barat, Rabu, 2 Desember 2020. (Foto: dok. Aliansi Masyarakat Cinta NKRI)

Baca Juga: MUI Jabar Minta Polisi Tangkap Pembuat Video Adzan Hayya Alal Jihad

Dikatakan Jerry, pihaknya cinta kepada ulama dan habaib, tapi bukan yang menjadi provokator. Karena seharusnya ulama memberikan kedamaian dalam ceramahnya bukan menyulut permusuhan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X