Yakin Tokoh Nasional Tak Akan Diam, Anak Buah SBY: Habib Rizieq Saja Bisa Bersabar

- 3 Desember 2020, 16:43 WIB
Habib Rizieq Shihab /Antara/Muhammad Iqbal


GALAMEDIA - Mantan Sekretaris Kabinet di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dipo Alam mengkritisi iklim demokrasi di Indonesia saat ini yang dinilainya mulai tersumbat.

Hak-hak masyarakat untuk berpendapat dibenturkan dengan pasal-pasal karet di UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Parahnya, setiap kritikan pasti disandingkan dengan pasal penghinaan kepada presiden.

Dia membandingkan sistem demokrasi di era pemerintahan Soeharto, BJ Habibie, SBY, dan Jokowi.

Soeharto yang dikenal sangat otoriter sekali pun masih menghargai mahasiswa sebagai kalangan intelektual dan calon teknokrat masa depan.

Dipo Alam (kiri) bersama Rizal Ramli (kanan).
Dipo Alam (kiri) bersama Rizal Ramli (kanan).

"Saya dan Rizal Ramli beberapa kali ditahan karena mengkritisi kebijakan Soeharto. Namun, Pak Harto tetap memberikan kebebasan bagi kami untuk sekolah tinggi," kata Dipo dalam kanal Hersubeno Point di YouTube dikutip Kamis 3 Desember 2020.

Baca Juga: Iwan Fals Sebarkan Kabar Buruk: Bagaimana Nasib Kita?

Setelah era Soeharto, Presiden BJ Habibie melakukan kebijakan luar biasa yang akhirnya bisa memperbaiki ekonomi dalam waktu cepat. Regulasi yang menyumbat demokrasi dicabut oleh BJ Habibie.

Di era SBY, demokrasi berjalan baik. Siapa saja bisa mengkritisi pemerintah.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X