Sering Mengusik Indonesia, Nasib Vanuatu di Tengah Pandemi Kini Jual Cepat Kewarganegaraan demi Uang

- 30 Desember 2020, 11:18 WIB
Vanuatu (lingkaran merah) /google maps

GALAMEDIA - Menyiasati krisis ekonomi menyusul pandemi yang belum juga mereda, negara Pasifik yang sempat trending di Tanah Air beberapa waktu lalu mengambil langkah yang dianggap sebagian netizen “gila”.

Dikutip Galamedia dari Rnz.co, belum lama ini sejak Agustus Vanuatu yang menjadi sasaran netizen +65 setelah “mengusik kebijakan HAM” Indonesia di forum PBB melakukan program yang dianggap netizen tak ubahnya “jual beli paspor.”

Baca Juga: Pajak Mobil Baru 0 Persen Direstui Jokowi, Harga Innova Langsung Terjangkau, Brio 'Cuma' Rp 100 Juta

Beberapa bulan lalu kontroversi juga mewarnai pemberitaan terkait kebijakan menjual paspor pada orang asing yang ingin melarikan diri dari Covid-19.

Diakui Ketua Komisi Kewarganegaraan Vanuatu, Ronald Warsal pendapatan yang dikumpulkan selama tiga bulan terakhir sebagai bagian dari program kewarganegaraan meroket hingga $ 84 juta atau tak kurang dari Rp 1,1 triliun.

Baca Juga: Ditinggal Istri ke Amerika, Sandiaga Uno Terekam Kamera Sedang Makan Bareng Wanita Cantik

Namun Ronald mengatakan kepada Vanuatu Daily Post, pemerintah memperketat langkah-langkah keamanan dan uji tuntas untuk memastikan semua pelamar tak memiliki catatan kriminal.

Program  dimaksud didukung 80 agen Vanuatu yang berbasis di Hong Kong. "Pemerintah bermaksud mendukung keberagaman warga dengan memperluas kesempatan bagi lebih banyak warga lokal menjadi agen," katanya.

Baca Juga: Berpotensi Sebarkan Covid-19, Yana Imbau Warga tak Tiupkan Terompet Saat Malam Tahun Baru

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: dailymail


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X