Politisi Partai Golkar Sebut Pernyataan Agama Gus Yaqut Tak Tepat, 'Itu Perlu Diluruskan'

- 4 Januari 2021, 16:11 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII FPR Tubagus Ace Hasan Syadzily /Portal Bandung Timur/Neni Mardiana/

GALAMEDIA - Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, yang menyebut agama itu bukan aspirasi dinilai tidak tepat.

Soalnya relasi antara agama dan negara di Indonesia mengalami proses dialektis.

Hal terseut disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKAL) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Refleksi Pemikiran Alumni UIN", Senin 4 Januari 2021.

"Kalau ada pandangan yang mengatakan bahwa seperti mempertentangkan antara inspirasi dan aspirasi (terkait agama), saya kira itu pandangan yang perlu diluruskan," tutur Ace.

"Kenapa? Karena, bahwa agama sebagai inspirasi, iya. Tetapi, selagi hubungan antara agama dan negara itu mengalami proses dialektis, maka akan selalu muncul agama sebagai aspirasi juga," imbuhnya menegaskan.

Baca Juga: Kondisi Syekh Ali Jaber Mengkhawatirkan, Arie Untung, 'Mohon Bantuan Doanya Dengan Sangat'

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini mengungkapkan di negara demokrasi semua warga negara dari berbagai latar belakang apapun termasuk agama, itu memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Terlepas dari pemahaman agama apapun yang dianutnya.

"Jadi, kalau dikatakan agama hanya sebagai inspirasi dan agama ditutup sebagai aspirasi, saya kira itu pandangan yang, mohon maaf, tidak tepat, mempertentangkan antara inspirasi dan aspirasi," ucapnya.

Ia mengatakan, dalam konteks historis maupun yuridis di Indonesia, relasi antara agama dan negara di dalam law process making-nya, terutama dalam proses kebijakan publik, itu simbiosis mutualisme.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X