PM Inggris Syok Turki Serukan Akal Sehat, Massa Trump Serbu Capitol Musuh dan Sekutu Amerika Bersatu

- 7 Januari 2021, 10:22 WIB
Presiden AS Donald Trump sampaikan duka cita.
Presiden AS Donald Trump sampaikan duka cita. /Instagram.com/@flotus/

GALAMEDIA - Rusuh di jantung pemerintahan AS, Capitol Hill, Washington DC, menyusul demo pendukung Presiden Donald Trump di hari pengesahan kemenangan Joe Biden membuat negara-negara yang selama ini berseberangan ramai-ramai melontarkan sindiran atas chaos politik di hari-hari terakhir Trump.

Dikutip Galamedia dari DailyMail, Kamis (7 Januari 2021) menanggapi  serbuan massa pro-Trump ke gedung Capitol, media Rusia, China, Venezuela hingga Turki menyatakan 'prihatin'.

Tanggapan bernada 'syok' dan keprihatinan ini muncul dari nama-nama yang selama ini dikenal sebagai sekutu dan musuh pemerintahan Trump.

Baca Juga: Tampol Mensos Risma, Rocky Gerung: Sekarang Ada Panitia Pengumpul Pengemis di Jakarta

Mereka menyindir aksi massa pro-Trump yang menolak hasil pemilu yang disahkan Kongres karena dianggap hasil kecurangan sebagai gambaran “demokrasi” yang selama ini digaungkan.

Sementara meski Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengomentari kekerasan di Washington, outlet berita yang dikelola pemerintah Rusia-RT menerbitkan  opini yang menyiratkan apa yang terjadi di AS merupakan buah kebijakan luar negeri Trump.

“Sadarkah kalian  sekarang apa yang telah kalian lakukan? AS mendapatkan jenis ‘demokrasi’ yang diperjuangkannya di luar negeri.”  Demikian bunyi tajuk opini Rusia RT.

Disinggung juga bagaimana AS selama ini mengecam pemilihan presiden sejumlah negara dan menyebutnya tidak sah seperti pemilu  Belarus, Bolivia dan Venezuela.

Baca Juga: Pengemis Mensos Risma 'Menghilang Misterius', Wagub DKI Ariza Mengaku Heran

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: dailymail


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X