Salah Satu Sejarah Paling Kelam AS dan Serangan Demokrasi, Biden Sebut Trump Biang Kerok Kerusuhan.

- 8 Januari 2021, 10:46 WIB
Trump dan alat bantu visual yang malah berbuah bully.
Trump dan alat bantu visual yang malah berbuah bully. /Tangkapan layar rilis video Gedung Putih DailyMail/

GALAMAEDIA - Presiden terpilih Joe Biden, pada Kamis 7 Januari 2021, mengatakan Presiden Donald Trump menyulut kekerasan (biang kerok kerusuhan) di gedung Kongres AS pada Rabu, 6 Januari 2021 lalu. Biden pun menyebutnya sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah AS sekaligus serangan terhadap demokrasi.

Biden yang berbicara di Wilmington, lokasi dirinya memperkenalkan calon untuk Departemen Kehakiman, menyebut pendukung Trump yang menerobos masuk gedung Capitol "teroris domestik".

"Jangan berani-berani menyebut mereka pemrotes. Mereka gerombolan pengacau, pemberontak, teroris domestik. Itulah aslinya," kata Biden dari Partai Demokrat.

Baca Juga: Terkonfirmasi Positif Covid-19, Oded Jalani Isolasi Mandiri dan Tetap Bekerja

"Empat tahun terakhir kami telah memiliki presiden yang menghina demokrasi kami, Konstitusi, supremasi hukum, jelas dalam segala hal ia telah lakukan," kata Biden berbicara soal Trump.

Kerusuhan di Capitol AS ketika massa pro Trump menyerbu gedung, yang menaungi anggota Senat dan DPR, berkecamuk setelah Trump menghabiskan berminggu-minggu untuk mencambuk pendukungnya dengan klaim keliru bahwa pemilu 3 November telah direbut darinya. Di hadapan massa di depan Gedung Putih pada Rabu Trump meminta pendukungnya untuk turun ke jalan menuju gedung Kongres AS.

"Ia melancarkan serangan habis-habisan terhadap institusi demokrasi kami dari awal dan kemarin, hanyalah puncak dari serangan yang tiada henti-hentinya," kata Biden.

Baca Juga: Untuk Pastikan Bantuan Diteriima Utuh, Kemensos Terus Perbaiki Skema Distirubusi Bansos

DPR dan Senat dijadwalkan akan mengesahkan hasil suara elektoral, atas keberatan dari sejumlah anggota dewan fraksi Partai Republik, ketika gedung Capitol terpaksa ditutup akibat kerumunan para penyerbu.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X