Mahfud MD Sebut Ada Gambar Laskar FPI Bawa Senjata Hingga Diperintahkan Tabrak Mobil Polisi

- 14 Januari 2021, 14:40 WIB
Mahfud MD Kemenko Polhukam RI /ANTARA/

GALAMEDIA NEWS - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) usai menyerahkan hasil investigasi tewasnya enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membuka salah satu isi laporan tersebut.

Ia menyoroti soal laskar FPI yang membawa senjata saat mengawal HRS saat meninggalkan Sentul. Daftar senjata itu ada lengkap di laporan Komnas HAM.

"Bahwa ada kelompok sipil yang membawa senjata api, senjata rakitan, dan senjata tajam yang dilarang undang-undang. Itu sudah ada gambarnya semua," kata Mahfud MD dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Kemenko Polhukam, Kamis 14 Januari 2021.

Baca Juga: Dengan Cara Gropyokan dan Pengasapan Ratusan Hama Tikus Berhasil Dibasmi

Ia pun mengutip laporan Komnas HAM bahwa peristiwa ini terjadi juga karena laskar FPI memancing polisi. Dia menyebut ada komando agar mobil polisi ditabrak.

"Bahkan kalau laporan Komnas HAM, seumpama aparat tidak dipancing, tidak akan terjadi. Karena Habib Rizieq-nya jauh. Tapi ada komando, tunggu aja di situ, bawa putar putar, pepet, tabrak, dan sebagainya. Komando, suara rekamannya," ungkapnya.

"Nanti kita ungkap di pengadilan, kita tidak akan menutup-nutupi," tambah Mahfud.

Seperti diketahui, Komnas HAM sebelumnya telah merilis hasil investigasi tewasnya enam anggota laskar FPI saat mengawal Habib Rizieq. Hasilnya, ada dua konteks peristiwa yang berbeda.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X