Sepakat dengan Rizal Ramli, Jimly Asshiddiqie Kekeuh Berharap Presidential Threshold Jadi 0 Persen

- 15 Januari 2021, 19:26 WIB
Prof DR Jimly Asshiddiqie, SH. /sumber ICMI /


GALAMEDIA - Presidential threshold (PT) yang tinggi pada Pilpres 2019 disebut-sebut sebagai akar dari polarisasi terjadi.

Soalnya dengan hal itu, publik hanya dihadapkan pada dua pilihan calon presiden yang ada.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dengan tegas menyatakan dirinya tetap konsisten mendukung penghapusan PT.

Ia bahkan telah berulang kali menekankan sikapnya itu dalam beberpa kesempatan.

“Intinya saya setuju Presidential Threshold dihapus jadi 0 persen atau disamakan dengan Parliamentary Treshold atau turunkan secara signifikan,” ujarnya dalam akun Twitter pribadinya, Jumat 15 Januari 2021.

Anggota DPD RI ini ingin pemilu presiden tidak lagi hanya menghadirkan dua calon.

Baca Juga: 13 Ulama di Tanah Air Wafat di Awal 2021 ini, Berikut Deretan Daftarnya

Dia berharap ada peluang yang lebih bagi tokoh-tokoh kompeten untuk bisa ikut berpartisipasi di pilpres.

“Agar pada ronde 1 dapat dipastikan ada peluang capres cawapres lebih dari 2,” tutupnya.

Ekonom Senior DR Rizal Ramli dan Abdulrachim Kresno telah mengajukan gugatan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X