Ini Perbedaan Vaksin, Obat, dan Antibodi, Meski Sudah Ada Vaksin Protokol Kesehatan Harus Dilakukan

- 16 Januari 2021, 14:08 WIB
 Petugas Dinas Kesehatan Kota Bandung menyerahkan vaksin Covid-19 kepada para petugas kesehatan saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jln. Supratman, Kota Bandung, Rabu, 13 Januari 2021.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Bandung menyerahkan vaksin Covid-19 kepada para petugas kesehatan saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jln. Supratman, Kota Bandung, Rabu, 13 Januari 2021. /Darma Legi/

Baca Juga: Wow! Ombudsman Jabar Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp7,7 Miliar Hasil Investigasi Pengaduan

Namun sebelum dicobakan ke manusia, calon obat harus menjalani dulu serangkaian uji pre-klinik pada hewan atau pada sel, selain itu juga harus diuji keamanannya. 

Sedangkan vaksin adalah suatu senyawa berupa antigen yang lemah yang bekerja memicu produksi antibodi pada tubuh orang yang divaksin.

Untuk vaksin Covid-19 maka bisa dibuat antigen berupa keseluruhan virus yang dilemahkan atau bagian dari virus yang kemudian ditempelkan pada virus pembawa lain, atau berupa mRNA virus SARS-CoV-2.

 Baca Juga: Resep Mie Tek-tek Spesial, Rasa Selera Nusantara Favorit Keluarga, Wajib Dicoba!

Orang yang menerima vaksin ini akan menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19, sehingga menjadi lebih kebal dan tidak mudah terinfeksi.

Koordinator Sub Divisi Imunisasi Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dr. Panji Fortuna Hadisoemarto mengatakan, kekebalan tubuh baru dapat terjadi jika seseorang mendapatkan vaksin dua kali dengan jarak dua minggu.

"Setelah vaksin kedua diberikan pun, wajib menjaga kondisi badan dan prokes minimal dua minggu, bukan bebas bepergian. Memerlukan waktu untuk menciptakan antibodi," ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu 16 Januari 2020.

Baca Juga: Anak Bermain Games Boleh Kok, Justu Banyak Manfaatnya, Tak Perlu Khawatir, Asal.....

Di sisi lain, belum semua masyarakat akan mendapatkan vaksinasi dalam waktu cepat. Menurutnya kekebalan kelompok baru dapat terjadi jika 70 persen populasi mendapat vaksin.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X