Desak Revisi UU Pemilu Karena Ingin Majukan AHY, Partai Demokrat: Bukan Menjegal atau Mendukung Calon

- 11 Februari 2021, 18:42 WIB
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. /Tangkapan Layar YouTube.com/Partai Demokrat /

GALAMEDIA - Partai Demokrat mendesak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2022 dituding agar Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa maju di Pilgub DKI 2022.

Terkait hal itu Partai Demokrat menyatakan RUU Pemilu bukan soal jegal atau mendukung calon gubernur.

"Pertimbangan dalam menolak atau menyetujui pembahasan revisi RUU Pemilu, adalah untuk kepentingan perbaikan kualitas tata kelola pemilu di Indonesia," Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD, Herzaky Mahendra Putra, Kamis 11 Februari 2021.

"Jadi bukan untuk jegal-menjegal atau dukung-mendukung calon presiden tertentu. Apalagi, sekedar jegal-menjegal atau dukung-mendukung calon gubernur," lanjutnya.

Baca Juga: Heboh Suara Bergemuruh di Kota Bandung, BMKG Singgung Soal Aktivitas Gempa

Disebutkan, Partai Demokrat hingga saat ini konsisten mendukung Pilkada 2022-2023 tetap dilaksanakan.

Herzaky menyebut penyatuan UU Pemilu dan UU Pilkada menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55 Tahun 2019 tentang desain keserentakan pemilu.

"Revisi ini memberikan kepastian hukum terhadap pilihan desain keserentakan pemilu dari enam opsi yang diputuskan Mahkamah Agung, serta perbaikan kualitas tata kelola pemilu di Indonesia ke depannya," ujarnya.

Baca Juga: Mengejutkan, Militer China Kembangkan Tentara Super! Badan Intelijen Nasional: Tak Pedulikan Sifat Etis

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X