MUI Jabar Imbau Lembaga Penyiaran Selektif Mengambil Juru Dakwah yang Moderat atau Wasathiyah

- 2 Maret 2021, 19:39 WIB
Penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan MUI Jabar, di Kantor MUI Jabar, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 2 Maret 2021./Rio Ryzki Batee/Galamedia
Penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan MUI Jabar, di Kantor MUI Jabar, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 2 Maret 2021./Rio Ryzki Batee/Galamedia /

GALAMEDIA - Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei mengimbau lembaga penyiaran di Jawa Barat untuk selektif dalam mengambil juru dakwah yang moderat atau wasathiyah.

Langkah tersebut perlu dilakukan agar dakwah yang disampaikan melalui lembaga penyiaran mampu membawa kesejukan dan perbaikan hidup tanpa mengundang kontroversi.

"Karena dakwah ini kan tanggungjawab setiap orang tapi ada standarnya. MoU ini bukan untuk membatasi melainkan sebagai ajakan tanggungjawab bahwa dakwah itu menolak mafsadat (kerusakan) dan meningkatkan maslahat (manfaat) yang lebih banyak," ungkapnya.

Baca Juga: Takut Disuntik Vaksin Covid-19, Polisi Ini Sampai Harus Berteriak-teriak dan Keluarkan Keringat Dingin

Rahmat menyampaikan hal itu usai penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan MUI Jabar, di Kantor MUI Jabar, Jln. Riau, Kota Bandung, Selasa, 2 Maret 2021.

Menurutnya, MoU antara KPID dan MUI Jawa Barat, sebagai kolaborasi atau kerjasama pengawasan isi siaran agar isi siaran dapat juga dipantau oleh pihak yang memahami dakwah, dalam hal ini adalah MUI. Dalam hal ini, yang dikembangkan adalah dakwah moderat atau wasatyiyah.

Meski demikian, ia menganggap para dai di radio maupun televisi tidak perlu harus mendapatkan sertifikat dakwah, karena selama ini MUI memang tidak mengeluarkan sertifikat.

Baca Juga: Diserang Penyakit, Siasati Merugi Lebih Besar Petani Udang Di Cikalong Panen Lebih Awal

"Yang terpenting mereka mampu menjalankan dakwah dengan baik dan memegang teguh pedoman penyiaran. Karena yang didakwahkan menggunakan frekuensi publik dan juga didengar atau dilihat beragam orang," tuturnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X