Edhy Prabowo Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dewi Tanjung Singgung Sikap Sinis Oknum Penyidik KPK pada Jokowi

- 2 Maret 2021, 21:16 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat keluar dari gedung KPK, 3 Februari 2021. //Antara/Indrianto Eko Suwarso


GALAMEDIA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung merasa heran setelah dirinya melihat sikap dan pernyataan oknum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, oknum penyidik tersebut berlaku sangat sinis kepada Jokowi.

“Nyai agak bingung orang-orang KPK itu presidennya siapa yaa? Kenapa Nyai merasakan beberapa penyidik atau orang di KPK itu seperti sinis kepada Pemerintah dan Presiden,” tulis Dewi Tanjung yang dikutip Galamedia dari akun Twitter pribadinya, @Dtanjung15, 3 Maret 2021.

Sebelumnya, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan keberadaan video yang menuding Jusuf Kalla (JK) sebagai sosok dibalik penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh KPK akibat tindak pidana korupsi benih lobster (benur).

Baca Juga: Pasca Perpres Legalisasi Miras Dicabut, Rocky Gerung Disindir Husin Alwi Soal Mabuk

Di dalam video ini diduga terdapat suara Danny Pomanto yang pada saat itu menjadi calon Wali Kota Makassar.

Video yang memiliki durasi 1 menit 58 detik ini menampilkan wajah Danny Pomanto yang kemudian dirinya beralih pada sebuah percakapan yang erat kaitannya dengan insiden penangkapan Edhy Prabowo.

Selain itu, sosok yang bersuara itu menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Habib Rizieq Shihab.

"Makanya, kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel (Baswedan) yang tangkap, itu berarti JK (Jusuf Kalla). JK-Anies, tuh. Maksudnya kontrolnya di JK. Artinya begini, dia sudah menyerang Prabowo. Yang kedua, nanti seolah-olah Pak Jokowi yang suruh, Prabowo dan Jokowi baku tabrak. Ini kan politik," ujar sosok yang bersuara.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X