Sri Mulyani: Kementrian Keuangan Terus Telusuri WP yang Beri Suap pada Oknum Pegawai DJP

- 3 Maret 2021, 20:11 WIB
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati: "jangan manja" kepada PNS yang meminta fasilitas laptop dari anggaran belanja negara.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati: "jangan manja" kepada PNS yang meminta fasilitas laptop dari anggaran belanja negara. /

GALAMEDIA - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penelusuran terkait wajib pajak (WP) yang memberi suap dalam kasus yang melibatkan salah satu pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuka penyidikan terkait kasus dugaan suap pajak di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Hal tersebut, dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Namun pihaknya belum bisa membeberkan identitas pihak yang sudah dijadikan tersangka dalam kasus ini.

"Jika terdapat bukti kekurangan pembayaran pajak, Ditjen Pajak akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya melalui konferensi pers secara daring, Rabu 3 Maret 2021.

Lebih jauh, Ia mengapresiasi langkah KPK yang telah menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan suap yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak tersebut.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas Pihak Anti Vaksin Lewat Virtual Police  

Dikatakannya Kementerian Keuangan akan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK atas dugaan suap yang melibatkan pegawainya, dengan tetap memegang asas praduga tak bersalah.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan-tindakan korupsi serta pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh seluruh atau siapapun di lingkungan pegawai Kementerian Keuangan," ucapnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pegawai yang diduga terlibat dalam kasus suap tersebut, telah dibebastugaskan dan telah mengundurkan diri dari Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pemeriksaan Ketua DPRD Garut Urung Dilakukan dengan Alasan Ada Rapat, Kejari Siap Jemput Paksa

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X