Senator Yogya Dorong Kemenag untuk Mengawasi Pemulasaraan Jenazah Covid-19

- 29 Maret 2021, 21:52 WIB
Ilustrasi Pemakaman jenazah Covid-19
Ilustrasi Pemakaman jenazah Covid-19 /Dally Kadilan

 
 
GALAMEDIA - Pemulasaraan jenazah Covid-19 di berbagai daerah banyak mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Dalam pandangan mereka, perawatan dan pemulasaraan jenazah Covid-19 oleh pihak rumah sakit dan klinik-klinik yang ditunjuk belum dilaksanakan secara baik, sesuai syariat. Ada banyak kasus jenazah Covid-19 hanya dibasahi, ditayamumi, dan dikafani sekadarnya.
 
Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. dalam rapat kerja bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI berkenaan dengan program kerja Kemenag Tahun 2021, pada hari Senin siang, 29 Maret 2021, di Bandung.

Baca Juga: Gol Ezra Walian Lengkapi Kemenangan Persib Tas Persita Tangerang 3-1, Maung Bandung Pimpin Klasemen
 
“Pihak rumah sakit dan Kementerian Kesehatan sering berdalih dan beralasan menggunakan Fatwa MUI Pusat. Padahal kita tahu, Fatwa MUI yang dikeluarkan pada bulan Maret 2020 itu menyatakan pemandiannya dilakukan secara bertahap, yaitu dimandikan seperti biasa, hingga bila keadaannya darurat, boleh ditayamumkan,” kata pria yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat sejak Desember 2020.
 
Gus Hilmy, sapaan akrabnya, mempertanyakan, sejauh mana pengawasan dan supervisi Kemenag terhadap pelaksanaan pemulasaraan jenazah Covid-19? Pihaknya berharap ada pengawasan yang jelas karena menyangkut hak mayit, yang dalam Islam, hal ini masuk dalam kewajiban kifayah, yang bila tidak dilaksanakan, maka kita semua akan berdosa.
 
Gus Hilmy menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Kemenag atas penyelesaian tanah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Juga untuk vaksinasi ulama di DIY yang akan dilaksanakan atas dorongan Kemenag.

Baca Juga: Bersimpati Atas Beberapa Kejadian di Tanah Air, Persib Kenakan Pita Hitam saat Menghadapi Persita Tangerang
 
Hadir secara virtual mewakili Kementerian Agama RI adalah Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, M.A., Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., dan pejabat-pejabat terkait.
 
Menanggapi Gus Hilmy, Kemenag mengaku menerima banyak masukan berkenaan pelaksanaan pemulasaraan jenazah yang tidak sesuai dengan Fatwa MUI dan edaran dari Kemenag sendiri. Sehingga menimbulkan banyak keluhan masyarakat.
 
“Terkait hal ini, Kemenag RI sudah berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemenag mengusulkan agar pemulasaraan jenazah covid bisa melibatkan pendampingan penyuluh agama agar pelaksanaannya sesuai dengan syariah," kata Kamarudin.

Baca Juga: Sebut Moeldoko Telah Tertipu Makelar Politik, AHY: Beranikah Moeldoko Mengakui?

"Kami juga sudah bersurat resmi kepada Kemenkes agar hal ini dapat di-follow up. Meskipun belum mendapat respon yang cukup, akan tetapi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI optimis hal ini akan ditindaklanjuti oleh pihak Kemenkes RI,” tambahnya.
 
Senator Yogya itu kemudian berharap agar kebijakan tersebut bisa ditindaklanjuti, bukan hanya di tingkat pusat, melainkan hingga di daerah-daerah dan bahkan di rumah sakit-rumah sakit.

Baca Juga: Samsat Subang: Pelayanan Semakin Mendekati Maayarakat Lewat e-Samsat
 
“Kehadiran Kemenag dalam kasus ini sangat dibutuhkan masyarakat sehingga pemulasaraan jenazah Covid-19 tidak hanya dilihat dari perspektif kesehatan, akan tetapi juga dalam perspektif keagamaan, kebudayaan, dan bahkan kemanusiaan,” pungkas Gus Hilmy.
 
 
 
 

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X