JK dan Surya Paloh Berduet di Pilpres 2024, Pengamat Hukum: Tapi Sesungguhnya Masih Kurang

- 16 April 2021, 18:52 WIB
Kolase foto JK dan Surya Paloh./Instagram @jusufkalla/Twitter @NasDem
Kolase foto JK dan Surya Paloh./Instagram @jusufkalla/Twitter @NasDem /

GALAMEDIA – Pengamat Hukum Tata Negara, Refly Harun menyebut duet eks Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dengan Ketua Umum (Ketum) NasDem, Surya Paloh pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 cukup masuk akal.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena JK dan Surya Paloh pernah memiliki kedekatan spesial pada saat momen persaingan merebut jabatan Ketum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) yang diadakan di Riau beberapa tahun silam.

"Waktu itu Aburizal Bakrie berhadapan dengan Surya Paloh. Konon, mereka didukung oleh presiden dan wakil presiden," ujar Refly Harun dikutip Galamedia dari kanal YouTube Refly Harun, Jumat 16 April 2021.

Baca Juga: Dorong Optimalisasi Pembelajaran, Pemkab Sumedang Kembangkan Perpustakaan Digital

"Surya Paloh didukung JK, tetapi Aburizal Bakrie yang menteri SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) didukung oleh Presiden SBY," ungkapnya.

Pada Munas tersebut, Aburizal Bakrie terpilih menjadi Ketum Golkar. Sejak saat itulah Surya Paloh mulai mendirikan Partai NasDem.

"Partai Nasdem sendiri pada tahun 2014 ikut Pemilu, kemudian pada tahun 2019 berhasil menjadi juara 4 dengan 59 kursi," tuturnya.

Selain Munas, Surya Paloh dan JK juga memiliki kedekatan karena mereka pernah berada dalam satu partai yang sama yakni Golkar.

"Kita tahu bahwa Surya Paloh adalah salah satu calon presiden hasil dari konvensi Partai Golkar. Namun, pada waktu itu kalah dengan Wiranto," ungkap Refly Harun.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X