Sah! Takbir Keliling Dilarang Pemerintah, Menag: Jangan Sampai yang Wajib Digugurkan yang Sunah

- 20 April 2021, 08:18 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut /Twitter @YaqutCQoumas

GALAMEDIA - Setelah sebelumnya pemerintah melarang masyarakat untuk mudik, kini pemerintah melarang masyarakat untuk melaksanakan takbir keliling.
Takbir keliling merupakan tradisi yang biasa dilaksanakan masyarakat dalam menyambut lebaran.

Larangan tersebut disampaikan langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan pers virtual di Jakarta pada Senin 19 April 2021.

Ia mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keliling yang biasa dilakukan pada penghujung bulan Ramadhan. "Takbir keliling tidak kita perkenankan. Silakan takbir di dalam masjid atau mushala," ujar Menag dikutip Galamedia dari Antara.

Baca Juga: Amien Rais Heran Soal Kriminalisasi HRS, Pengamat: Orang Kritis Membahayakan Penguasa Korup, Itu Masalahnya

Menag mengatakan bahwa takbir keliling masih sering dilakukan di beberapa daerah, takbir tersebut biasa dihadiri oleh banyak orang. Oleh karena itu, dengan melakukan takbir keliling ditakutkan berpotensi menimbulkan kerumunan dan membuka peluang penularan Covid-19 yang lebih besar.

Menag tidak sepenuhnya melarang pelaksanaan takbir yang biasa dilakukan ketika menyambut lebaran tiba. Ia mengatakan bahwa takbir masih diperkenankan di dalam masjid atau mushola untuk menjaga kesehatan semua pihak.

Walaupun demikian, kegiatan takbir di mushola atau masjid harus menerapkan pembatasan sebesar 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola tersebut. Pada kesempatan itu Menag juga, menjelaskan mengenai alasan keputusan pemerintah menerapkan larangan mudik.

Baca Juga: Keren! Sukses Tangani Stunting dan Tangkap Predator Anak, Kapolda Kalteng Dapat 3 Rekor MURI

Dia menyampaikan larangan mudik diterapkan karena mudik hukumnya adalah sunah sementara menjaga kesehatan diri keluarga lingkungan adalah kewajiban.

"Jangan sampai yang wajib digugurkan yang sunah. Jadi larangan mudik lebih ditekankan karena kita semua pemerintah ingin melindungi seluruh warga dari penularan Covid-19," ujar Menag.***

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X