IPDN Siapkan Praja yang Bisa Mengimplementasikan Misi Kepala Daerah dan Strategi Penanganan Covid-19

- 20 April 2021, 10:30 WIB
PELANTIKAN 744 orang calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 6 Agustus 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR
PELANTIKAN 744 orang calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 6 Agustus 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR /

GALAMEDIA - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menyiapkan praja yang siap bertugas dengan wawasan strategi pembangunan daerah dengan mengimplementasikan visi misi kepala daerah terpilih dan penanganan pandemi Covid-19.

Melalui rilisnya, Rektor IPDN Hadi Prabowo, Selasa, 19 April 2021 mengatakan bekal wawasan tersebut diberikan dalam model kuliah umum dengan dua tema besar, yakni percepatan pemulihan ekonomi dan strategi penanganan Covid-19.

Tema kedua, yakni strategi pemenangan pilkada serta implementasi visi dan misi kepala daerah terpilih dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

“Kuliah umum dengan 2 tema yang sudah disampaikan, kami pandang penting sebagai media penyampaian informasi terkini tentang berbagai upaya untuk memajukan daerah dalam situasi pandemi Covid-19 ini,” kata dia.

Baca Juga: Artis Rio Reifan Kembali Berurusan dengan Polisi Gara-gara Narkoba

Hal itu, kata dia, merupakan best practices pemerintahan yang dijadikan bahan pembelajaran bagi praja untuk dapat memahami lebih awal berbagai cara dan strategi dalam membangun daerah yang dipimpin oleh kepala daerah.

Praja, kata dia, dapat mengambil ilmu atau pembelajaran mengenai praktik berdemokrasi dan dialektika terkait dengan strategi pemenangan pilkada.

Serta harmonisasi visi dan misi kepala daerah dalam dokumen rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) periode 5 tahunan yang sesuai dengan RPJMD provinsi serta RPJMN 2020-2024 Presiden Jokowi.

Praja harus mampu membangun tatanan birokrasi baru dan dapat mensupport berbagai persiapan menuju governance 4.0 dalam kerangka revolusi industri 4.0 dan society 5.0 melalui penciptaan co-working space yang memperbanyak network dan flexy working time," katanya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X