IPDN Siapkan Praja yang Bisa Mengimplementasikan Misi Kepala Daerah dan Strategi Penanganan Covid-19

- 20 April 2021, 10:30 WIB
PELANTIKAN 744 orang calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 6 Agustus 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR
PELANTIKAN 744 orang calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 6 Agustus 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR /

Selain itu, lanjutnya praja juga harus mampu menerapkan birokrasi yang dinamis dan menjadi motor utama penggerak percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 pada instansi dimanapun mereka ditugaskan kelak.

Baca Juga: Gimmick Jokowi, Refly Harun: Bisa Memberantas Korupsi, Namun Tidak Ada Keinginan!

IPDN menghadirkan narasumber Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi untuk memberikan wawasan percepatan pemulihan ekonomi dan strategi penanganan Covid-19.

Kemudian, untuk menambah pengetahuan strategi pemenangan pilkada serta implementasi visi dan misi kepala daerah terpilih dalam pelaksanaan pembangunan daerah, IPDN menghadirkan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bupati Minahasa Utara Joune J E Ganda.

Gubernur Jatim dan Wali Kota Semarang memaparkan mengenai kiat-kiat yang dilakukan daerahnya masing-masing untuk tetap membuat ekonomi menggeliat di tengah pandemi, serta soal bahaya, dampak dan pencegahan Covid-19.

“Kami berusaha mempersiapkan percepatan disrupsi teknologi digital, meningkatkan ketahanan kesehatan, memperhatikan aspek keamanan dan mempercepat pemulihan ekonomi dengan memastikan bahwa transaksi ekonomi aman dan tumbuh dengan baik”, ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sedangkan Wali Kota Semarang, memaparkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemkot pada saat pandemi seperti kebijakan relaksasi (pemangkasan tarif dan retribusi), menggerakkan gotong royong melalui lumbung kelurahan, membuat aplikasi yang berisikan sistem informasi terkait Covid-19.

Baca Juga: Gempa Bumi Bermagnitudo 6,1 di Barat Daya Nias Sempat Timbulkan Kepanikan Warga di Gunungsitoli

Muhammad Bobby Afif Nasution menjelaskan upaya pemenangannya pada saat mencalonkan diri menjadi Wali Kota Medan dengan memakai media branding menjadi salah satu strategi yang diusung.

Sedangkan Gubernur Kalimantan Utara yang tersambung secara virtual memfokuskan soal komunikasi yang aktif kepada masyarakat menjadi salah satu aspek utama yang diutamakan.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X