Geram, Presiden UEFA Tuduh 12 Klub di Balik Liga Super Eropa Telah Meludahi Wajah Para Pecinta Sepakbola

- 20 April 2021, 15:01 WIB
 Presiden UEFA Aleksander Ceferin
Presiden UEFA Aleksander Ceferin /antara

GALAMEDIA -  Presiden UEFA Aleksander Ceferin geram dan menuduh 12 klub yang berada di balik Liga Super Eropa (ESL) telah meludahi wajah para pecinta sepakbola dan ia mengecam "ular-ular" yang berada di balik proposal itu.

Tidak itu saja, Ceferin yang berbicara dalam konferensi media Zoom di Swiss, juga menyebut kompetisi pesaing Liga Champions itu sebagai "memalukan dan mementingkan diri sendiri."

Dikutip dari antara, Selasa 20 April 2021, Ceferin yang sedang mengawasi pemodelan kembali Liga Champions dari 32 tim menjadi 36 tim mulai 2024-2025 untuk pertama kali berbicara kepada publik sejak ESL mengungkapkan cetak biru untuk kompetisi baru itu Minggu.

Prakarsa itu dikecam oleh para penggemar, organisasi-organisasi sepakbola dan pemimpin nasional di mana UEFA dan FIFA menolak tegas upaya klub-klub besar menggelar liganya sendiri.

Ceferin menuduh bos Juventus Andrea Agnelli dan wakil kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward yang mendirikan ESL dan mundur dari posisinya dalam Asosiasi Klub Eropa yang beranggotakan 246 klub besar.

Baca Juga: BNSP Bantah Larang Dewan Pers Gelar Uji Kompetensi Wartawan

"Saya tak bisa menekankan lebih tegas lagi saat ini bahwa UEFA dan dunia sepakbola bersatu padu menolak proyek tercela dan mementingkan diri sendiri ini dari segelintir klub di Eropa yang didorong semata oleh kerakusan," kata Ceferin.

"Gagasan ini meludahi wajah semua pecinta sepakbola dan juga masyarakat kita. Kita tak boleh membiarkan mereka merampas (sepak bola) dari kita. Saya sudah menyaksikan banyak hal dalam hidup saya, saya dulu pengacara kriminal selama 24 tahun. Saya sudah menyaksikan banyak orang. Saya tak pernah menyaksikan orang seperti itu."

"Jika saya mulai dari Ed Woodward, tetapi dia menelepon saya Kamis lalu, menyatakan bahwa dia puas terhadap reformasi dan dia mendukung penuh reformasi. Rupanya dia sudah menandatangani (reformasi) yang lain."

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X