TNI Kerahkan 5 KRI Dengan 400 Personel Cari KRI Nanggala, KRI Rigel Segera Merapat

- 22 April 2021, 11:15 WIB
TNI Kerahkan 5 KRI Dengan 400 Personel Cari KRI Nanggala, KRI Rigel Segera Merapat
TNI Kerahkan 5 KRI Dengan 400 Personel Cari KRI Nanggala, KRI Rigel Segera Merapat /Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021

GALAMEDIA - TNI telah mengerahkan 5 KRI dan satu helikopter yang melakukan operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali bagian utara.

Ada sebanyak lebih dari 400 orang ikut dalam proses pencarian tersebut.

"KRI Rigel Saat ini juga sedang bergerak yang dulu pernah kita libatkan pada pencarian Sriwijaya Air," kata Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis 21 April 2021.

Ia mengaku, memang benar telah terjadi hilang kontak dari kapal selam KRI Nanggala-402 kurang lebih sekitar 60 mil di utara perairan Bali pada Rabu 21 April 2021.

Baca Juga: 8 Tokoh Ini Jadi Calon Potensial di Pemilu 2024, Tak Ada Nama Prabowo Subianto dan Moeldoko
 
Kapuspen menjelaskan, temuan-temuan terkait beredarnya pemberitaan tentang kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak.

Temuan pertama yang mengatakan ada penemuan tumpahan minyak dan solar di beberapa lokasi yang berbeda.

Selain itu, terlihat visual pertama Heli Panter HS 4211 posisi 07 derajat, 49 menit 74 detik, lintang selatan 114 derajat, 50 menit 78 detik, bujur timur, radius 150 m.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Impor Garam, Susi Pudjiastuti: Garam Petani Tidak Akan Laku, Tolonglah Pak Jokowi
 
"Kemudian katanya KAL Bawean yang juga menemukan tapi lokasi tidak dilaporkan selanjutnya KRI Raden Eddy Martadinata (REM) 331 melaporkan juga menemukan di posisi 07 derajat, 51 menit 92 detik, lintang selatan kemudian 114 derajat 5 menit 77 detik bujur timur area sama seluas kurang lebih 150 m," katanya.
 
Selanjutnya, temuan kedua terkait berita temuan minyak KRI REM 331 yang melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Lalu kontak tersebut kemudian hilang.
 
"Kami tegaskan dari temuan-temuan itu masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam jadi saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampaikan belum bisa digunakan sebagai dasar," katanya.***

Editor: Brilliant Awal

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X