Imam Besar New York Ini Sebut Indonesia Sebagai Bangsa yang Parah, Kenapa Ya?

- 2 Mei 2021, 11:56 WIB
Foto Ilsutrasi. Seorang warga sedang menjalani rapid test antigen di Alun-alun Kota Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis 4 Februari 2021./Laksmi Sri Sundari/Galamedia
Foto Ilsutrasi. Seorang warga sedang menjalani rapid test antigen di Alun-alun Kota Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis 4 Februari 2021./Laksmi Sri Sundari/Galamedia /

GALAMEDIA - Baru-baru ini publik dihebohkan aksi pegawai kontrak dan pekerja harian lepas kantor Kimia Farma.

Sebanyak lima orang pekerja tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian atas kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Baca Juga: Intip Tiga fesyen Item yang Banyak Diincar untuk Outfit Lebaran 2021

Para tersangka tersebut berinisial PM, DP, SP, MR dan RN. Salah satunya, yakni PM merupakan Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan R.A. Kartini.

Dalam melakukan tindak pidana kesehatan tersebut, keempat tersangka dikoordinasi oleh tersangka PM yang juga menjabat sebagai Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu.

Baca Juga: Sassuolo vs Atalanta, Inter Milan Menanti Hasil Untuk Raih Scudetto

Menanggapi hal tersebut, Imam Besar Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali turut menyoroti.

Para tersangka kabarnya berhasil meraup keuntungan fantastis Rp1,8 miliar.

Shamsi Ali menilai peristiwa ini menunjukkan kondisi bangsa Indonesia sudah parah.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X