B2P3 Pemuda Pancasila Bantu Menanggulangi Masalah Pengangguran

- 3 Mei 2021, 19:19 WIB
Pemuda Pancasila Jawa Barat resmi melantik kepengurusan Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung.
Pemuda Pancasila Jawa Barat resmi melantik kepengurusan Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung. /Dok. Pemuda Pancasila Jawa Barat/

GALAMEDIA - Guna membantu pemerintah dalam menanggulangi pengangguran di Jawa Barat, organisasi kepemudaan, Pemuda Pancasila Jawa Barat resmi melantik kepengurusan Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Sabtu, 1 Mei 2021.

Kehadiran Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila tersebut diharapkan dapat membantu permasalahan pengangguran khususnya di Jawa Barat.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Provinsi Jawa Barat, Tubagus Dasep mengatakan, Badan Buruh dan Pekerja organisasi Pemuda Pancasila ini diharapkan menjadi solusi dari permasalahan ini.

Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila ini nantinya akan memberikan edukasi dan penempatan kerja sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Baca Juga: Toko di Kota Cimahi Bakal Ditindak Tegas Jika Menerima Pengunjung Melebihi Kapasitas Maksimal

"Di sini Pemuda Pancasila terlibat dalam penanggulangan masalah-masalah pengangguran, jadi jangan dianggap ini biasa-biasa aja. Permasalahan pengangguran ini lagi dalam kondisi yang tidak baik," ungkapnya dalam keterangan persnya, Senin, 3 Mei 2021.

Menurutnya, B2P3 ini pun akan membantu buruh dan pekerja dalam mendapatkan hak-haknya.

"Berbicara soal buruh, di Jabar ini sangat banyak sekitar 20 juta lebih. Tapi mereka ini bukan hanya sebagai buruh dan pekerja biasa saja, tapi bagaimana hak dan kewajiban mereka diperhatikan. Mungkin itu yang ingin kita angkat di sini agar buruh ini tidak diperlakukan seperti sapi perah," ujarnya.

Ketua B2P3 Jabar, Stenly Ngelo menuturkan, tingkat pengangguran di Jawa Barat saat ini sudah mencapai, 2,5 juta dari 48 juta penduduk.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X