Imbas Pemecatan Novel Baswedan oleh KPK, Presiden Jokowi Disebut Termakan Omongan Sendiri

- 4 Mei 2021, 13:00 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman. (DPR)
Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman. (DPR) /

GALAMEDIA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman turut menyoroti beredarnya informasi terkait pemecatan 75 pegawai KPK termasuk penyidik senior Novel Baswedan.

Benny K Harman menilai pemecatan terhadap Novel Baswedan menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melanggar janji revolusi mental yang diciptakannya sendiri.

Ungkapan itu disampaikan Benny K Harman dalam unggahannya di Twitter @BennyHarman Selasa, 4 Mei 2021.

Baca Juga: Politisi Terkenal: Presiden Nyatakan Revisi UU KPK Tapi Terlihat Gimmick, KPK Justru Semakin Lemah

"Ada kabar Novel Baswedan dan puluhan pegawai lain dipecat. Jika ini berita benar, Presiden Jokowi telah melanggar revolusi mental, ideologi politik yang digagas sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa penyelamatan dan memperkuat KPK adalah inti dari revolusi mental besutan Jokowi itu.

"Selamatkan dan perkuat KPK adalah inti utama dari revolusi mental," tambahnya.

Sebelumnya, menyusul informasi pemecatan terhadap Novel Baswedan ini, kritik dan tanggapan sudah bermunculan dari berbagai pihak dan aktivis anti korupsi.

Baca Juga: Politikus Ternama: 70 Tak Lolos Tes KPK adalah Malapetaka bagi Indonesia dan Lebih Baik Novel Baswedan Mundur

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X