Simbol Solidaritas, Bupati Bandung Resmikan Pos Terpadu 3 Pilar Kamojang di Kecamatan Ibun

- 4 Mei 2021, 14:56 WIB
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna didampingi Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan saat meresmikan pembangunan Pos Terpadu 3 Pilar di kawasan Cukang Monteng Kamojang Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (4/5/2021).
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna didampingi Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan saat meresmikan pembangunan Pos Terpadu 3 Pilar di kawasan Cukang Monteng Kamojang Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (4/5/2021). /Humas Pemkab Bandung

GALAMEDIA - Pos Terpadu 3 Pilar di Jalan Alternatif Kamojang-Ibun, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Kuning Cukang Monteng Kamojang Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung mulai bisa digunakan pada Selasa 4 Mei 2021.

Pembangunan Pos Terpadu 3 Pilar atas inisiatif Kapolsek Ibun Iptu Carsono dan jajaran Forkopimcam Ibun itu langsung diresmikan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna didampingi Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan. Pos terpadu itu merupakan simbol soliditas 3 piar.

Peresmian Pos Terpadu 3 Pilar itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna dan Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan.

Baca Juga: Qunut, FPI, HTI hingga HRS Disebut Jadi Pertanyaan Tes KPK, Said Didu: Negara Mau Dibawa Kemana?

Dadang Supriatna turut memberikan apresiasi terhadap jajaran Muspika Ibun yang sudah melakukan terobosan luar biasa mewujudkan pembangunan Pos Terpadu 3 Pilar tersebut.

"Nantinya, Pos Terpadu 3 Pilar ini akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana. Di antaranya untuk menyiapkan mobil ambulan karena jalur ini rawan kecelakaan," kata Dadang Supriatna.

Untuk mengurangi kerawanan lalu lintas di daerah ini, ia berjanji akan membahasnya dengan pihak kepolisian. Meski sudah ada jalan alternatif, namun, ia tetap mengimbau warga untuk mengikuti kebijakan pemerintah soal larangan mudik pada Lebaran Idulfitri 1442 H ini.

Baca Juga: Pakar Telematika Ini Berani Sentil Istana hingga Tertawakan Jokowi Saat Lakukan Peninjauan, Kenapa?

"Untuk melepas rasa kangen, warga atau dengan saudaranya atau dengan anggota keluarganya dan orang tua bisa berkomunikasi melalui daring atau video call. Memang untuk bertemu secara fisik agak sulit, tapi solusinya bisa dengan cara daring atau video call untuk melepas rasa kangen kepada orang tua, keluarga maupun sahabat-sahabat atau kerabat," tuturnya.

Bupati Bandung juga mengungkapkan, bagi para ASN yang nekat mudik bisa dikenai sanksi disiplin. Apalagi liburnya itu hanya 13 dan 14 Mei saja, sedangkan 17 Mei sudah mulai masuk kerja.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X