Polemik Pidato Presiden Jokowi, Yan Harahap: Orang yang Rayakan Lebaran Gak Makan Babi Panggang, Haram Pak!

- 8 Mei 2021, 06:47 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi /


GALAMEDIA – Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan mudik lebaran Idul Fitri karena situasi pandemi Covid-19.

“Sebentar lagi lebaran, karena masih suasana pandemi, pemerintah melarang mudik demi keselamatan kita bersama,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya, 6 Mei 2021.

Maka dari itu, menurut Presiden Jokowi, apabila masyarakat rindu dengan makanan khas daerahnya di saat Idul Fitri, maka mereka dapat membeli makanan tersebut melalui layanan pesan antar secara online.

Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta, Sabtu 8 Mei 2021: Kondisi Al Memburuk Akibat Rencana Jahat Elsa

“Mudik kan biasanya suka membeli oleh-oleh, maka masyarakat tidak perlu ragu untuk membelinya secara online,” imbau Presiden Jokowi. “Yang rindu makan gudeg yogya, bandeng semarang, siomay bandung, pempek palembang, bipang ambawang kalimantan,” tambah dia.

Begitupun sebaliknya, menurut Presiden Jokowi, masyarakat juga dapat mengirimkan oleh-oleh dari tempatnya merantau ke daerah asalnya melalui layanan pesan antar secara online.

“Bagi keluarga yang jauh. Pakaian, cinderemata, dan barang lainnya dengan cara pesan dan kirim secara online sehingga dapat diterima oleh keluarga, sahabat dimanapun kita berada,” pungkas Presiden Jokowi.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 8 Mei 2021 Ini Rencana Baru Elsa, Ibu Rosa Dapat Surat DNA

Menanggapi hal tersebut, Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat, Yan Harahap turut menyoroti pernyataan Presiden Jokowi perihal bipang ambawang.

Menurut Yan Harahap, bipang ambawang bukan merupakan kuliner khas lebaran karena bipang ambawang sendiri diolah dengan menggunakan bahan dasar dari sesuatu yang diharamkan umat Islam yaitu babi.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X