Gila! Pengamat Tenaga Kerja Sebut Gaji Satpam Asal RRC Tembus Angka Segini

- 8 Mei 2021, 10:58 WIB
Berdar video rombongan diduga WNA China tiba di bandara Soekarno Hatta
Berdar video rombongan diduga WNA China tiba di bandara Soekarno Hatta /Instagram @smart.gram

GALAMEDIA – Pengamat sebaran tenaga kerja di Indonesia, Marwan Batubara mengaku bahwa pihaknya memiliki data-data perihal tenaga kerja asing (TKA) asal Republik Rakyat China (RRC) cukup lengkap dan sebagiannya sudah terpublikasi di beberapa media.

Marwan merasa heran dengan perlakuan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap TKA asal Republik Rakyat China (RRC).

“Sewaktu pandemi Covid-19, rezim (rezim Presiden Jokowi) begitu strict terhadap warganya sendiri, tapi tetapi terhadap TKA asal Republik Rakyat China (RRC) atau TKA China ini terjadi sebaliknya,” kata Marwan yang dikutip Galamedia dari kanal YouTube Bang Edy, Sabtu 8 Mei 2021.

Baca Juga: Drama Musikal DPR Tunjukan Sisi Gelap Para Wakil Rakyat, Netizen: Rakyat Jangan Mau Dibutakan Penguasa
“Itu artinya ada perlindungan yang sistemik yang dilakukan oleh rezim (rezim Presiden Jokowi) kepada TKA asal Republik Rakyat China (RRC),” tambah dia.

Marwan menganggap bahwa hal ini dilakukan rezim Presiden Jokowi semata-mata untuk mempersatukan antara kekuatan rezim Presiden Jokowi, pengusaha, dan investor asal Republik Rakyat China (RRC).

Menurut Marwan, bersatunya rezim Presiden Jokowi, pengusaha, dan investor asal Republik Rakyat China (RRC) bertujuan untuk meloloskan diri dari aturan yang berlaku untuk orang-orang pribumi.

“Ada kebohongan publik yang dilakukan oleh rezim. Salah satunya oleh Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Menko Kemaritiman dan Investasi,” ungkap Marwan.

Baca Juga: Refly Harun: Jokowi dan MK Bisa Memperkuat KPK, Namun Tak Ada Keinginan!

Kebohongan yang dimaksud Marwan adalah terkait pernyataan Luhut yang menyebut bahwa TKA asal Republik Rakyat China (RRC) hanya diprioritaskan untuk dijadikan sebagai tenaga ahli.

Hal tersebut, menurut Marwan, dapat dibuktikan dengan data sebaran TKA di PT. OSS dan PT. VDNI.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X