Up-date Terkini: Roket Long March 5B Milik China Mendarat, Bukan di Indonesia Tapi di Wilayah Ini

- 9 Mei 2021, 11:35 WIB
Roket China Long March 5B diprediksi jatuh pada hari ini, Minggu, 9 Mei 2021.
Roket China Long March 5B diprediksi jatuh pada hari ini, Minggu, 9 Mei 2021. /Pixabay/WikiImages

GALAMEDIA - Puing-puing Roket Long March 5B milik China telah mendarat di Samudera Hindia (Indian Ocean) pada hari Minggu (9 Mei 2021) pagi.

Sebagian besar komponennya hancur saat memasuki atmosfer bumi. Media pemerintah China pun mengakhiri spekulasi mengenai hantaman puing-puing roket tersebut.

Baca Juga: Buku Harian Seorang Istri 9 Mei 2021: Usaha Kevin Ungkap Hubungan Nana Roni, Dewa Junior OTW!

Bagian dari Long March 5B kembali memasuki atmosfer pada pukul 10:24 pagi waktu Beijing (0224 GMT) dan mendarat di lokasi dengan koordinat bujur 72,47 derajat timur dan lintang 2,65 derajat utara.

Informasi tersebut berdasarkan laporan kantor Teknik Luar Angkasa Berawak Tiongkok, yang dilansir Galamedia dari Reuters, Minggu (9 Mei 2021).

Koordinat tersebut menunjukkan titik tumbukan di laut, sebelah barat kepulauan Maladewa atau Maldives.

Baca Juga: Sinopsis Buku Harian Seorang Istri 9 Mei 2021: Makin Panas! Rahasia Nana dan Roni Terbongkar, Dewa Syok!

Sebagian besar puing terbakar di atmosfer, ungkap Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak China.

Long March yang diluncurkan minggu lalu adalah seri kedua dari varian 5B sejak penerbangan perdananya pada Mei 2020.

Tahun lalu, potongan Long March 5B pertama jatuh di Pantai Gading dan merusak beberapa bangunan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Minggu, 9 Mei 2021: Emas Antam Naik, UBS Stabil

Sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air, kemungkinan wilayah berpenduduk di darat menjadi rendah, dan kemungkinan cedera bahkan lebih rendah, demikian menurut para ahli.

Selama penerbangan roket, astrofisikawan yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell mengatakan kepada Reuters bahwa zona puing potensial bisa jadi sejauh utara New York, Madrid atau Beijing, juga sejauh selatan Chili dan Wellington, Selandia Baru.

Baca Juga: Waduh! Roket Long March 5B Milik China Diprediksi Akan Jatuh di Australia

Saat puing besar jatuh, stasiun luar angkasa NASA Skylab jatuh dari orbit pada Juli 1979 dan mendarat di Australia.

Sebagian besar negara telah berusaha untuk menghindari entri ulang yang tidak terkendali melalui desain pesawat ruang angkasa mereka, kata McDowell.

"Itu membuat perancang roket China terlihat malas karena mereka tidak membahas ini," kata McDowell, yang juga anggota Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.*** 

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X