Sembako Dikenai PPN, Taufiqurrahman: Hanya Akan Mencekik Rakyat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Memprihatinkan

- 11 Juni 2021, 09:21 WIB
Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman.*
Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman.* //Tangkapan layar YouTube Indonesia Lawyers Club

GALAMEDIA – Pemerintah kembali membuat kebijakan baru yang cukup kontroversial karena dinilai hanya akan merugikan rakyat. Kebijakan tersebut terkait dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Melalui kebijakan baru tersebut, barang kebutuhan pokok atau sembako akan dikenai PPN.

PPN juga dikenakan pada barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.

Baca Juga: Turun Lagi! Berikut Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Jumat 11 Juni 2021

Kebijakan tersebut akan tertuang dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Pengenaan pajak itu nantinya diatur dalam Pasal 4A draf revisi UU Nomor 6.

Dalam draf tersebut, barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. Sehingga, barang tersebut akan terkena PPN yang berlaku nantinya.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Akibat Kombinasi Fenomena Alam dengan Ulah Manusia, Prof. Chay Asdak: Ada 4 Solusi

Barang dimaksud meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam dan garam konsumsi, daging, telur, susu, sayur, buah, ubi-ubian, dan bumbu.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X