Polemik Tenaga Kerja Lokal Soal Bahasa Mandarin, Said Didu Tantang Pemerintah: Berikutnya Apa Lagi?

- 14 Juni 2021, 19:16 WIB
Muhammad Said Didu./tangkapan layar YouTube/Indonesia Lawyer Club
Muhammad Said Didu./tangkapan layar YouTube/Indonesia Lawyer Club /

GALAMEDIAMuhammad Said Didu (MSD) mengaku kesal tingkah laku pemerintah yang terkesan seperti tidak tahu apa-apa perihal polemik antara Tenaga Kerja Lokal dan Bahasa Mandarin.

Pasalnya, MSD menerima informasi yang menyebut jika kemampuan dalam berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin telah dijadikan sebagai tolak ukur untuk masuk kerja di perusahaan semen.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengungkapkan, kebijakan perihal Bahasa Mandarin tersebut dapat membuat Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China semakin mendominasi di perusahaan.

Baca Juga: Kamp Rohingya di India Terbakar Hebat, 55 Tempat Penampungan Menjadi Abu

Menurutnya, kebijakan perihal Bahasa Mandarin tersebut telah menunjukkan bahwa tindakan pemerintah semakin sewenang-wenang kepada Tenaga Kerja Lokal.

"Mereka (pemerintah) sudah ngelunjak," ujar MSD dikutip Galamedia dari akun Twitternya, @msaid_didu, Senin, 14 Juni 2021.

Pasalnya, pemerintah sendiri telah mencabut kebijakan yang mengharuskan TKA China menguasai Bahasa Indonesia.

"Setelah wajib bisa berbahasa Indonesia bagi TKA China dicabut oleh pemerintah," ungkapnya.

Baca Juga: Kota Bandung Waspada Covid-19! Keterisian Tempat Tidur di RS dalam Kondisi Mengkhawatirkan

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X