Kisruh Cuitan Mahfud MD Soal Muhammadiyah, Pengamat: Kebencian Mulu, Anda Tidak Mengerti Hukum

- 19 Juli 2021, 21:02 WIB
Mahfud MD.
Mahfud MD. /Youtube Kemenko Polhukam

GALAMEDIA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut, Persyarikatan Muhammadiyah lahir di era kolonial.

“Saat Bangsa Indonesia dihinakan oleh kolonialisme lahirlah Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Mahfud MD melalui akun Twitternya, seperti dilihat Galamedia, Senin, 19 Juli 2021.

“Sang surya telah bersinar, ayo bangun, lawan kebodohan, terjang penjajahan, serunya,” tutur Mahfud MD.

Lantas, Mahfud MD pun menghaturkan ucapan selamat atas perjuangan Muhammadiyah selama kurang lebih 100 tahun.

“Selamat, Muhammadiyah sudah mendaki seabad perjuangannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mahfud MD juga berharap Muhammadiyah bisa terus mengisi jiwa dan membangun raga Indonesia.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Disebut Gentlement, Erick Thohir: Semua Kementerian Saat Covid-19 Ini Bekerja 24 jam

“Teruslah mengisi jiwa dan membangun raga Indonesia,” pungkasnya.

Menyoroti soal itu, pengamat politik, Ali Syarief menilai cuitan Mahfud MD tersebut penuh perasaan benci kepada Muhammadiyah.

Di samping itu, Ali Syarief juga menganggap Mahfud MD seperti sosok ahli hukum yang tidak mengerti hukum.

Pasalnya, menurut Ali Syarief, Belanda tidak pernah Muhammadiyah di hadapan publik.

“Ini pejabat, tapi bahasanya kebencian melulu. Anda tidak akan mengerti Hukum, kalau Belanda tidak memperkenalkannya,” ujar Ali Syarief melalui akun Twitternya, seperti dilansir Galamedia, Senin, 19 Juli 2021.

Lantas, Ali Syarief menyebut, Mahfud MD tidak akan menjadi seorang Profesor, apabila Belanda tidak mendirikan sekolah dsn.

“Anda (Mahfud MD) tidak akan jadi profesor, bila Belanda tidak mendirikan sekolah dsn,” tuturnya.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Publik ke Jokowi Hanya 43 Persen, Direktur IPR: Rakyat Sudah Sebel Sama Pemerintahan Ini

Maka dari itu, Ali Syarief meminta Mahfud MD untuk belajar soal kemesraan antara Vietnam dengan Amerika Serikat (AS).

“Coba belajar dari Vietnam dan AS yang kini bermesraan. Anak-anak Vietnam pada sekolah di AS dengan diistimewakan,” pungkasnya. ***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X