Istana Ungkap Alasan Statuta UI Direvisi, Ngabalin: Yang Nyinyir Harus Diperiksa Pengetahuannya

- 22 Juli 2021, 09:33 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. / /Instagram @ngabalin/

GALAMEDIA - Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin akhirnya buka suara terkait polemik perubahan atau revisi Statuta Universitas Indonesia (UI).

Ngabalin mengatakan bahwa tidak ada kepentingan pemerintah dibalik revisi Statuta UI yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 itu.

Justru kata Ngabalin, perubahan itu bertujuan untuk menjadikan UI berkembang ke arah yang lebih baik.

"Apakah aturan larangan rangkap jabatan yang direvisi di ruang lingkup UI itu menimbulkan conflict of interest atau tidak? Artinya aturan larangan rangkap jabatan yang direvisi di ruang lingkup UI tidak menimbulkan conflict of interest. Nah PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta sebagai pedoman baru dengan harapan UI berkembang lebih baik," papar Ngabalin kepada media Rabu, 21 Juli 2021 kemarin.

Baca Juga: Tagar #JanganTunggu2024 Trending, Jokowi Lagi-lagi Dihujat dan Diminta Mundur oleh Publik

Lantas Ngabalin mengaku heran dengan pihak-pihak yang mempermasalahkan revisi Statuta UI tersebut. Ia menyebut bahwa sikap nyinyir akan merusak ruang publik.

"Itu manusia yang nyinyir harus diperiksa dia punya kadar pengetahuan, jangan juga karena di benci kemudian semua orang diajak, saya kan Iluni (Ikatan Alumni UI). Kalau begini cara kerja mereka memporak-porandakan ruang publik itu artinya dia merusak suasana publik," katanya.

Ia menambahkan agar semua pihak melihat poin-poin yang tercantum di dalam PP Nomor 75 Tahun 2021 yang mengatur soal rangkap jabatan.

Baca Juga: TERUPDATE! Harga Emas Hari Ini Kamis 22 Juli 2021 di Pegadaian: Antam Turun, UBS Naik

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X