DPRD Jabar Prihatin Keterlambatan Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan

- 23 Juli 2021, 20:51 WIB
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca. /Boedi Azwar/Galamedia/

GALAMEDIA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menyatakan prihatin dengan temuan keterlambatan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan dalam penanggulangan COVID-19 seperti yang terjadi di Kabupaten Garut.

"Saya prihatin di Kabupaten Garut ini menjadi persoalan yang barang kali perlu ada upaya perbaikan dari leading sektor dalam hal ini mungkin Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat agar para nakes ini betul-betul mendapatkan perhatian dari sisi haknya," kata Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca di Bandung, Jumat, 23 Juli 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun olehnya, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru menyalurkan insentif untuk para tenaga kesehatan penanganan sebesar 34 persen dan di Jawa Barat sendiri jumlah nakes penerima insentif mencapai 41.000 lebih.

Baca Juga: Aktivisis Sebut Pandemi Ajari Kita Pentingnya 3M Untuk Pejabat: Malu, Minta Maaf, dan Mundur

Ade Kaca tidak menampik hal ini dikarenakan fakta di lapangan contohnya di Kabupaten Garut saja ini menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan oleh para tenaga kesehatan (nakes).

Menurut dia dengan resiko tinggi yang diemban oleh para tenaga kesehatan maka mempercepat pembayaran insentif nakes harus diprioritaskan di masa krisis pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Pihaknya berharap ke depan jangan sampai terulang kembali terkait penyaluran insentif bagi nakes yang mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Respons Seruan Aksi 'Jokowi End Game' Anak Buah Prabowo Subianto Angkat Bicara

“Ketika mereka sudah bekerja dengan segala pengorbanannya maka haknya harus diberikan, uangnya kan ada kenapa harus jadi lambat, maka dari itu saya mendorong kepada Dinas Kesehatan agar kejadian ini jangan terulang kembali," kata dia.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X