Revisi Statuta UI Juga Rugikan Mahasiswa, BEM UI: Bisa Hancurkan UI Jika Dibiarkan

- 24 Juli 2021, 20:19 WIB
Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra.
Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra. /Pikiran Rakyat/


GALAMEDIA - Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2021 yang berujung pada revisi Statuta Universitas Indonesia (UI) ternyata terdapat pasal bermasalah yang bisa merugikan mahasiswa.

Setidaknya hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Leon Alvinda Putra dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu, 24 Juli 2021.

Hal itu ditemukan setelah BEM UI melakukan telaah dan kajian terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2021 tersebut.

"Ada beberapa pasal bermasalah yang menyangkut kepentingan mahasiswa," kata Leon.

Misalnya, lanjut Leon, terkait beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi secara akademik.

Disebutkan, dalam Statuta terbaru, kampus tak lagi memiliki kewajiban untuk mengalokasikan beasiswa minimal 20 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa.

Baca Juga: Sebut Pemerintah Gagal Tangani Covid-19, KH Said Aqil Siradj Ungkapkan NU Tak Diajak Ngomong

Padahal, lanjut dia, aturan ini sebelumnya tertuang dalam PP 68/2013 Pasal 11 ayat 5. Namun, dalam PP 75/2021 aturan ini tak lagi berlaku.

Sementara itu dalam Statuta baru UI kata Leon, hanya ada aturan berkaitan penjaringan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berprestasi secara akademik namun tak mampu secara ekonomi.

Penjaringan ini akan dialokasikan untuk 20 persen kursi dari total mahasiswa yang diterima kampus tersebut melalui pola penerimaan secara nasional. Aturan itu tertuang dalam Pasal 13 PP 75/2021 ayat 4.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X